counter

Pelabuhan Amapapare penyumbang ekspor terbesar di Papua

Pelabuhan Amapapare penyumbang ekspor terbesar di Papua

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Papua Bambang Ponco Aji (ANTARA News Papua / Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan Pelabuhan Amapapare di Kabupaten Mimika menjadi penyumbang ekspor terbesar di Bumi Cenderawasih pada Maret 2019.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Papua Bambang Ponco Aji, di Jayapura, Selasa mengatakan ekspor terbesar berasal dari Pelabuhan Amamapare yaitu senilai 171,46 juta dolar AS atau 95,87 persen dari total ekspor Papua.

"Ekspor Papua pada Maret 2019 tercatat senilai 178,84 juta dolar AS atau meningkat sebesar 265,17 persen dibanding bulan sebelumnya yang hanya senilai 48,98 juta dolar AS," katanya.

Menurut Bambang, dilihat dari jenisnya, ekspor Papua terdiri dari barang migas sebesar 437 dolar AS dan barang nonmigas sebesar 178,84 juta dolar AS.

Nilai ekspor golongan bijih tembaga dan konsentrat (HS26) tercatat senilai 171,44 juta dolar AS atau meningkat 314,78 persen dibandingkan nilai ekspor bulan sebelumnya yang senilai 41,33 juta dolar AS,.

Sedangkan ekspor golongan kayu dan barang dari kayu (HS44) yang senilai 4,68 juta dolar AS atau menurun sebesar 37,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 7,44 juta dolar AS. Sementara golongan non migas lainnya yang senilai 2,72 juta dolar AS mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai 0,20 juta dolar AS.

Dia menambahkan pada periode ini tidak tercatat adanya ekspor golongan ikan dan hewan air lainnya (HS03) dengan ekspor ke enam negara utama pada Maret 2019 tercatat senilai 175,14 juta dolar AS atau meningkat 294,36 persen dibanding nilainya pada Februari 2019 yang sebesar 44,41 juta dolar AS.

Baca juga: Bea Cukai dorong pengusaha ekspor langsung dari Papua
Baca juga: Nilai ekspor Papua meningkat 54,96 persen

 

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

LMA Jayawijaya pertemukan tokoh adat dan warga pendatang

Komentar