counter

Sepak Bola Nasional

'Beto' Goncalves berambisi tampil kembali di timnas Indonesia

'Beto' Goncalves berambisi tampil kembali di timnas Indonesia

Pesepak bola Indonesia Alberto Goncalves (kanan). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

Jakarta (ANTARA) - Penyerang naturalisasi Alberto 'Beto' Goncalves berambisi tampil kembali di tim nasional Indonesia yang terakhir kali dibelanya pada November 2018.

"Saya akan terus bekerja keras di klub dan menunggu kesempatan tampil di timnas. Saya yakin kesempatan itu akan datang," ujar Beto ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Selasa.

Pria yang kini bermain untuk tim Madura United itu berjanji terus mempertajam performanya untuk klub demi menarik perhatian pelatih timnas Indonesia yang baru ditunjuk pada Januari 2019, Simon McMenemy.

Baca juga: Beto rayakan Kemerdekaan Indonesia pertamanya dengan gol

Salah satu pembuktian Beto adalah penampilan dirinya bersama Madura United di turnamen pramusim Piala Presiden 2019.

Ketika itu, pesepak bola berusia 38 tahun tersebut mencetak tiga gol dan membawa timnya ke semifinal di mana mereka ditaklukkan Persebaya Surabaya.

Padahal, di Piala Presiden 2019, dirinya diturunkan sebagai penyerang sayap. Posisi asli Beto, penyerang tengah, diisi oleh Aleksandar Rakic.

"Kalian bisa melihat sendiri performa saya di turnamen itu. Saya bisa membantu tim meski bermain bukan di posisi asli saya," kata Beto.

Setelah menjadi pemain naturalisasi, Beto telah membela tim nasional U-23 dan timnas senior Indonesia.

Mantan pemain Sriwijaya FC itu menjalani debut ketika timnas U-23 Indonesia menghadapi Thailand di laga uji coba di Jakarta, 31 Mei 2018.

Dalam prosesnya, pemain yang sudah bermain di Indonesia sejak 2008 itu telah mencetak tujuh gol untuk timnas U-23 dan timnas Indonesia.

Rinciannya, dua gol datang saat laga persahabatan, empat gol di Asian Games 2018 dan satu gol di Piala AFF 2018. 

Baca juga: Alberto Goncalves anggap penting pemilu perdananya di Indonesia

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar