counter

Kemenristekdikti minta kampus sadar bencana

Kemenristekdikti minta kampus sadar bencana

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, Prof Ismunandar, di Jakarta, Kamis. (Indriani)

Kami juga berharap akan lahir perguruan tinggi tangguh bencana, yang mana civitas akademikanya mengetahui tahapan dalam manajemen bencana, membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan mengurangi risiko bencana dengan latar belakang keilmuan,
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meminta kampus untuk sadar bencana dengan menyelenggarakan simulasi bencana.

"Kami meminta perguruan tinggi untuk menyelenggarakan simulasi bencana. Tujuannya agar mahasiswa sadar bencana dan ketika terjadi bencana tahu apa yang harus dilakukan," ujar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, Prof Ismunandar di Jakarta, Kamis.

Simulasi yang dilakukan disesuaikan dengan potensi bencana yang ada di wilayah perguruan tinggi tersebut. Simulasi bencana di kampus itu dilakukan melalui latihan evakuasi pasca bencana alam, uji sirine, peringatan dini, uji shelter, dan lainnya.

Dengan adanya simulasi ini, ia berharap korban jiwa ketika terjadi bencana semakin berkurang. Mahasiswa harus menyadari, kondisi Indonesia yang terletak di wilayah cincin api Pasifik dan pertemuan patahan tektonik yang mengakibatkan Indonesia rawan bencana.

"Kami juga berharap akan lahir perguruan tinggi tangguh bencana, yang mana civitas akademikanya mengetahui tahapan dalam manajemen bencana, membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan mengurangi risiko bencana dengan latar belakang keilmuan," jelas dia.

Saat ini, sudah sekitar 30 perguruan tinggi yang memiliki program studi kebencanaan. Ke depan, dia berharap akan semakin banyak perguruan tinggi yang memiliki program studi itu, sehingga dapat mengurangi risiko bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 4.814 jiwa meninggal dunia akibat kejadian bencana alam selama 2018. Selain itu, sejumlah bencana besar terjadi di Indonesia pada 2018 seperti gempa bumi Lombok, gempa bumi dan tsunami di Donggala Palu serta tsunami Selat Sunda.

Pewarta: Indriani
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BNPB pasang seismograf untuk pantau gempa agresif

Komentar