counter

Kemenperin akan ajak asosiasi tingkatkan kualitas kemasan IKM

Kemenperin akan ajak asosiasi tingkatkan kualitas kemasan IKM

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kiri). (ANTARA/Ade Irma Junida)

Saya akan arahkan agar CSR (tanggung jawab sosial) asosiasi di bahan material pengemasan. Jadi seperti misalnya mau membangun 'Material Center', mereka (IKM) bisa beli di situ dengan harga lebih murah
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian akan mengajak asosiasi untuk bisa membantu meningkatkan kualitas kemasan produk industri kecil dan menengah (IKM).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih ditemui dalam Workshop Penguatan Rumah Kemasan di Jakarta, Selasa, mengatakan keterlibatan asosiasi diharapkan dapat membantu IKM memperoleh material kemasan dengan lebih mudah dan murah.

"Saya akan arahkan agar CSR (tanggung jawab sosial) asosiasi di bahan material pengemasan. Jadi seperti misalnya mau membangun 'Material Center', mereka (IKM) bisa beli di situ dengan harga lebih murah," katanya.

Menurut Gati, selama ini IKM terkendala oleh terbatasnya ketersediaan bahan kemasan dan berlakunya minimum order (pesanan).

"Biasanya beli barang 'small quantity' ada minimum order, kalau tidak jadi mahal. Nah ini jangan begini. Kami mau beli 50 pun harganya sama saja dengan kalau beli 100. Kami mau CSR ambil selisih yang 50 ini," terangnya.

Gati berharap rencana tersebut bisa terealisasi dengan baik. Menurut dia, bekerjasama dengan asosiasi adalah cara paling efektif karena mereka merupakan pihak yang paling mengerti kebutuhan IKM untuk mengemas produk.

Kemenperin telah membangun 24 Rumah Kemasan yang menjadi pusat informasi dan pelayanan kemasan bagi IKM dalam negeri. Sarana ini dibangun tersebar di 22 provinsi di bawah pengelolaan pemerintah daerah.

Selain itu, pelaku industri IKM juga diberikan bimbingan dan konsultasi pengembangan desain kemasan melalui Klinik Desain Kemasan yang telah dikembangkan sejak 2003.

Kemenperin mencatat sejak 2003-2018, sudah ada sekitar 7.560 IKM yang memanfaatkan fasilitas Klinik Desain Kemasan dan Rumah Kemasan di seluruh Indonesia.

"Kemasan itu penting. Kita lihat penampilannya kan kalau mau beli barang. Kalau lihat makanan di supermarket yang kemasannya 'cakep' pasti bikin tertarik duluan," ucapnya.

Baca juga: Kemenperin ajak mahasiswa tingkatkan kualitas kemasan IKM

Baca juga: Mufidah Jusuf Kalla minta masyarakat promosikan produk IKM

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar