Semarang (ANTARA News) - Arca milik Museum Radya Pustaka Solo, Jawa Tengah yang hilang beberapa waktu lalu ternyata ada di rumah, Hashim Djojohadikusuma. Kapolda Jateng, Irjen Pol. Dody Sumantyawan di Semarang, Jumat, mengatakan, berdasarkan keterangan saksi yang kemudian menjadi tersangka bahwa benda itu ada di sebuah rumah di Jakarta Selatan yang kebetulan rumah milik Hashim Djojohadikusuma. "Benda itu di situ bagaimana, itu yang sedang diteliti dan selidiki," katanya menegaskan. Ia menambahkan, sampai kini belum ada tersangka baru dalam kasus hilangnya arca peninggalan sejarah milik Museum Radya Pustaka Solo. Ia menjelaskan, untuk menetapkan tersangka harus ada saksi-saksi, barang bukti sudah diperiksa, bahkan yang bersangkutan juga diperiksa dan cocok dengan keterangan, dan memenuhi unsur-unsur sebagai tersangka, bisa ditetapkan sebagai tersangka. "Kalau belum diminta keterangannya, belum kuat untuk ditetapkan sebagai tersangka. Status Hashim masih sebagai saksi," katanya. Ketika ditanya pengakuan Hashim sendiri bahwa arca itu didapatkan dari PB (Pakubuwono) XIII, dia mengatakan, itu akan dituangkan dalam berita acara dan yang terdapat di dalamnya, dianggap memiliki kekuatan hukum mengenai apa yang dijelaskan orang yang diperiksa. "Ngakunya kepada siapa. Kita akan buat berita acara, kalau belum ada pengakuan, ya belum," katanya. Menurut dia, semua keterangan itu akan dicek, misalnya dari si A, tentu A itu akan dicek kebenarannya. Apakah pihak kraton juga akan dicek soal ini, dia mengatakan, pihaknya tidak mengatakan hal itu tetapi siapa saja yang terkait dengan masalah ini, mengetahui, apalagi diduga terlibat langsung dalam hal hilangnya arca itu, menyimpan, atau membeli, akan dimintai keterangannya. Apakah sebelum dibawa Hashim, arca itu sudah dijual ke luar negeri, dia mengatakan, belum dan pihaknya belum sampai sejauh itu, hal itu masih akan diselidiki. Soal peningkatan permintaan pengamanan terhadap benda-benda cagar budaya, dia mengatakan, pihaknya akan menginventarisasi kembali benda-benda khususnya yang ada di museum itu, barangkali bukan hanya arca itu yang hilang dan diganti. "Kita akan cek dengan sungguh-sungguh karena banyak barang yang ada di dalam museum itu," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2007