Bekasi (ANTARA News) - Kapolres Metro Bekasi, AKBP Mas Guntur Laope menegaskan, polisi akan menindak tegas terhadap orang tidak bertanggungjawab yang ingin mengacaukan pelaksanaan Pilkada langsung Kota Bekasi. "Siapapun yang mencoba membuat kerusuhan menjelang dan saat pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi akan berhadap dengan hukum dan aparat," katanya pada ANTARA di Bekasi, Minggu. Ia mengatakan, sudah tidak zamannya lagi di saat semua pihak mendengungkan pentingnya menegakkan demokrasi, namun masih ada sekelompok orang tidak bertanggungjawab ingin memperkeruh situasi. "Bila ada segelintir orang ingin mencoba-coba memperkeruh situasi Pilkada Kota Bekasi dengan melemparkan berbagai isu menyesatkan, maka aparat kepolisian tidak akan seganp-segan mengambil tindakan tegas dan memproses sesuai hukum yang berlaku," katanya. Kendati Pilkada Kota Bekasi baru akan digelar bulan Januari 2008, tetapi aksi saling provokasi menyesatkan mulai merebak di masyarakat, sehingga perlu disikapi secara tegas. Ada indikasi provokator mulai melakukan aksinya mempengaruhi masyarakat untuk mengeruk keuntungan dengan memanfaatkan situasi menjelang Pilkada Kota Bekasi, sehingga dikhawatirkan meresahkan calon pemilih. Polisi juga tetap meningkatkan pengamanan wilayah pada pasca Pilkada yang dianggap paling rawan kerusuhan dengan menebar isu terjadi kecurangan, manipulasi data pemilih dan penggelembungan suara Pilkada. Pilkada Kota Bekasi yang akan digelar pada 27 Januari 2008 dan pasca Pilkada harus bebas dari kerusuhan orang tidak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan kelompoknya. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk tidak perlu takut menghadapi ulah provokator yang ingin mempengaruhi dalam menentukan pilihannya di Pilkada Kota Bekasi. "Sekali lagi saya ingatkan kepada orang tidak bertanggungjawab, jangan coba coba mengacaukan pesta demokrasi rakyat memilih calon kepala daerah Kota Bekasi," katanya. Menyinggung soal pengamanan Pilkada Kota Bekasi, ia mengatakan, pihaknya siap mengamankan Pilkada dengan menurunkan sekitar 3.500 anggota termasuk bantuan dari Polda Metro Jaya. Semua pihak juga diminta untuk saling menghormati proses demokrasi Kota Bekasi dan mengedepankan pentingnya rasa persatuan dan kesatuan, sehingga Pilkada berlangsung aman. Ia juga mengharapkan, kepada balon Walikota Bekasi dan Wakilnya yang kalah dalam Pilkada nanti termasuk pendukungnya harus bisa menerima kenyataan tidak perlu mengerahkan massa untuk turun ke jalan. "Memupuk rasa persatuan dan kesatuan lebih penting ketimbang rebutan jabatan dengan mengorbankan rakyat," kata Mas Guntur Laope. (*)

Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2007