counter

Sepak Bola Dunia

Tim Akademi Bintang Timur tiba di Darwin

Tim Akademi Bintang Timur tiba di Darwin

Kontingen BTA berpose bersama saat tiba di bandara Darwin, Australia, Kamis (2/4). (Antara Foto/ Kornelis Kaha)

Kupang (ANTARA) - Tim sepak bola Akademi Bintang Timur Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste tiba di bandara Internasional Darwin, Australia Utara setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam.

"Kita sudah sampai di Darwin, dan malam nanti tim BTA akan bertanding dengan tim dari TImor Leste dalam lanjutan turnamen Arafura Games 2019," kata Manager Akademi Bintang Timur Atambua, Joao Francisco kepada Antara di Darwin, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa tim yang dipimpinnya baru tiba di Darwin untuk mengikuti turnamen tersebut, karena memang terkendala dengan visa yang baru dikeluarkan oleh kedutaan Australia pada Senin (29/4).

Padahal tim BTA sudah berangkat dari Kupang, NTT sejak 24 April 2019. Selama menunggu keluarnya visa timnya terus mengelar latihan bersama di salah satu lapangan sepak bola di Denpasar.

Kehadiran tim BTA di Darwin juga bagian dari keseriusan akademi BTA tersebut untuk memenuhi undangan yang diberikan oleh panitia Arafura Games.

"Kedatangan kami ke sini untuk mengikuti sisa pertandingan ingin menunjukkan keseriusan kami menanggapi surat undangan dari panitia Arafura Games 2019," ujar dia.

Sementara itu pelatih BTA Ludovikus Mau mengatakan bahwa secara umum tim asuhannya siap untuk bertanding melawan tim dari Timor Leste pada pukul 20.00 waktu Darwin, Australia.

"Anak-anak sudah pasti kelelahan setelah menempuh perjalanan selama tiga jam. Tetapi kami akan berusaha menampilkan permainan yang bagus," ujar dia.

Sejumlah pemain juga dari pantauan Antara, masih beristirahat di penginapan setelah menempuh perjalanan jauh.

Baca juga: Pemain BTA tak menyangka akan bertanding dalam turnamen Arafura Games

Baca juga: Bintang Timur Atambua wakili Indonesia di Arafura Games

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar