Zac Efron perankan pembunuh berantai Ted Bundy di drama baru

Zac Efron perankan pembunuh berantai Ted Bundy di drama baru

Zac Efron sebagai Ted Bundy (Instagram/@zacefron)

Jakarta (ANTARA) - Zac Efron, yang banyak digilai remaja perempuan berkat "High School Musical", mengambil peran baru sebagai pembunuh berantai Amerika Ted Bundy dalam drama kriminal "“Extremely Wicked, Shockingly Evil, and Vile”.

Film, yang dirilis Netflix di AS dan oleh Sky Cinema di Inggris pada Jumat, berkisah tentang pengadilan Bundy pada 1979, yang dieksekusi di Florida pada 1989, dari sudut pandang pacarnya bernama Liz, diperankan aktris Lily Collins dari "Mirror Mirror".

Sebelum ajalnya, Bundy mengaku telah membunuh lebih dari 30 perempuan muda di beberapa negara bagian AS pada 1970-an.

Bagi Efron, peran itu sangat berbeda dibandingkan karakter yang pernah didapatnya, di mana baru-baru ini dia membintangi film musikal "The Greatest Showman" dan komedi "Baywatch".

"Ini adalah sebuah tinjauan lebih dalam terhadap salah satu manipulator massa paling parah dan pembunuh massal gadis-gadis yang mungkin jadi salah satu kisah yang paling sulit untuk diceritakan," kata dia.

Judul filmnya diambil dari kata-kata juri Edward D. Cowart - diperankan John Malkovich - saat membacakan vonis hukuman mati untuk Bundy yang berusia 32 tahun, menyebut kejahatannya sangat jahat dan keji, “extremely wicked, shockingly evil, vile”.

Pengadilan di Miami yang ditayangkan di televisi menampilkan Bundy si mahasiswa hukum, yang lolos dari tahanan polisi sebanyak dua kali, berdiri di pengadilan yang dihadiri oleh penggemar-penggemarnya.

"Tidak ada yang percaya Bundy bisa melakukan kejahatan itu melihat dari penampilannya, bagaimana dia bersikap," ujar sutradara Joe Berlinger.

"Kita hidup di era... di mana orang memberikan citra yang berbeda dari dirinya, jadi apa yang bisa dipelajari dari Bundy saya pikir relevan untuk masa kini."


Baca juga: Produser: serial pembunuhan Versace tampilkan citra keluarga dengan baik

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar