counter

Asian Agri bangun lagi tiga PLTBg di Sumut

Asian Agri bangun lagi tiga PLTBg di Sumut

Head Mill & Engineering Asian Agri, James Sembiring (kanan) menjelaskan soal pembangunan PLTBg . (Antara Sumut/Evalisa Siregar)

Dengan akan beroperasinya tiga PLTBg di Sumut tahun ini, maka Asian Agri sudah membangun/mengoperasikan 10 PLTBg setelah sebelumnya ada tujuh PLTBg di Sumut, Riau dan Jambi,
Medan (ANTARA) - Asian Agri pada tahun ini akan membangun dan mengoperasikan lagi tiga Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) lagi di Sumatera Utara (Sumut). 

"Tiga PLTBg di tahun 2019 ada di dua Labuhanbatu dan satu di Asahan," ujar Head Mill & Engineering Asian Agri, James Sembiring di Medan, Jumat. 

Dia berada di Medan usai berbuka puasa bersama dengan pengurus PWI Sumut, pemimpin dan wartawan media massa di Sumut, Kamis malam (9/5).

Kapasitas di tiga PLTBg itu masing -masing berkisar 1 - 2,2 megawatt (MW).

"Dengan akan beroperasinya tiga PLTBg di Sumut tahun ini, maka Asian Agri sudah membangun/mengoperasikan 10 PLTBg setelah sebelumnya ada tujuh PLTBg di Sumut, Riau dan Jambi," katanya.

‌Ke depannya PLTBg itu akan dikembangkan hingga 10 unit lagi sesuai target perusahaan membangun sebanyak 20 unit PLTBg hingga 2020.

Pembangunan PLTBg yang bahannya bersumber dari limbah cair / POME (Palm Oil Mill Effluent) dari PMKS (Pabrik Minyak Kelapa Sawit) itu membuktikan komitmen Asian Agri peduli dengan lingkungan.

"Pembangunan PLTBg itu sekaligus
memenuhi kebutuhan energi secara mandiri dan membantu pasokan ke PLN," ujar James.

Energi listrik yang dihasilkan PLTBg biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik PMKS milik perusahaan sekitar 30 persen dan 70 persen atau di kisaran 1500 Kwh dapat menjadi sumber energi listrik pedesaan, dan harapannya dapat kerja sama dengan PLN.

Dia menjelaskan, investasi pembangunan PLTBg itu memang lumayan besar atau sekitar 6 juta dolar AS per unit.

Adapun harga jual ke PLN, James tidak merinci dengan alasan tergantung kerja sama. 
​​​​​​

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tak Bayar Denda, Asian Agri Pasti Dieksekusi

Komentar