counter

Jalur mudik Labuhanbatu minim penerangan dan rambu lalulintas

Jalur mudik Labuhanbatu minim penerangan dan rambu lalulintas

Salah satu Jalur lintas Sumatera Utara yang minim penerangan di kawasan Labuhanbatu (Antara Sumut/Kurnia)

Rantauprapat (ANTARA) - Jalur mudik Jalan Lintas Sumatera atau Jalinsum by Pass Adam Malik Rantauprapat membutuhkan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dan rambu lalulintas untuk membantu pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan ANTARA di sepanjang lingkar Jalinsum yang mengitari Kota Rantauprapat, Jumat, menemukan banyak LPJU dengan kondisi rusak parah, tidak berfungsi dan hilang.

Lampu yang berada di ruas jalan maupun badan jalan itu hanya terlihat seperti besi tua.

Minimnya penerangan jalan mengganggu aktifitas warga maupun pengguna Jalinsum saat berkendaraan malam hari, juga berpotensi terjadinya aksi kriminalitas jalanan di wilayah itu.

Kondisi penerangan jalan negara tersebut nyaris kurang memadai. Para pengemudi kerap menemukan kesulitan saat berkendaraan pada malam hari apalagi saat hujan karena jarak pandang terbatas.

"LPJU By Pass Adam Malik, memang banyak yang rusak dan hilang, sehingga penerangan kurang memadai saat malam tiba," ujar pengguna jalan bernama Sholawat Mangaraja Lubis.

Ia menjelaskan Jalinsum Rantauprapat saat ini dalam kondisi baik, namun penerangannya minim dan rambu lalu lintas di sepanjang jalur.

Menurutnya, pengguna jalan mengandalkan lampu kendaraan yang melintas dan menggunakan sejumlah LPJU yang terkadang mati. "Saya berharap pemerintah memprioritaskan LPJU apalagi akan digunakan mudik saat Ramadhan," katanya.*


Baca juga: Rest Area Pabrik Gula sajikan wahana swafoto

Baca juga: Jalur Tanah Jawa Simalungun rawan macet dan kecelakaan



 

Usul Menhub atasi kemacetan arus balik lebaran 2020

Pewarta: Kurnia
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar