counter

Ramadhan di Gorontalo diwarnai beberapa festival

Ramadhan di Gorontalo diwarnai beberapa festival

Seorang kakek bersama cucunya, melihat hamparan lampu minyak di Desa Botuboluo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Kamis (22/6) malam. Warga Gorontalo menyalakan lampu minyak, obor dan cahaya lainnya pada tiga hari jelang Idul Fitri yang disebut tradisi Tumbilotohe (malam pasang lampu). (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin) (1)

Festival-festival tersebut merupakan kegiatan tahunan saat bulan Ramadhan dan Lebaran
Gorontalo (ANTARA) - Sepanjang bulan Ramadhan 1440 Hijriah di Provinsi Gorontalo akan diwarnai dengan beberapa festival, yang digelar pertengahan bulan puasa hingga sepekan setelah Idul Fitri.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, Ahad, di Gorontalo menjelaskan, Pemerintah Provinsi Gorontalo, katanya, kini tengah mempersiapkan berbagai festival seperti Tumbilotohe, Bedug Takbiran, Gebyar Ketupat, Lomba Karapan Sapi, Pacuan Kuda dan Kuda Gerobak untuk menyemarakkan suasana bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.

"Festival-festival tersebut merupakan kegiatan tahunan saat bulan Ramadhan dan Lebaran," katanya dan menambahkan pihaknya 
 meminta panitia penyelenggara menyiapkan kegiatan tersebut dengan matang.

"Panitia harus cek setiap kesiapan, baik itu lokasi, alat yang akan digunakan dalam festival, siapa yang buat, siapa yang mempersiapkan apa. Nanti buat lagi rapat internalnya," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Nancy Lahay mengatakan, festival tersebut digelar sebagai upaya mempertahankan dan melestarikan budaya dan tradisi religi.

"Karena kegiatan ini sudah rutin kita lakukan, jadi tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Hanya mungkin lokasi dan konsepnya yang berbeda," ujar Nancy.

Festival Tumbilotohe dijadwalkan pada tanggal 1–04 Juni 2019, Festival Bedug Takbiran 21 – 23 Mei 2019, Gebyar Ketupat 12 Juni 2019, serta Festival Lomba Karapan Sapi, Pacuan Kuda dan Kuda Gerobak tanggal 12 Juni 2019.

Tumbilotohe adalah tradisi malam pasang lampu di penghujung Ramadhan.

Rumah warga, kantor pemerintahan dan swasta serta tepi jalan raya akan dihias lampu-lampu tradisional serta lampu hias.


Baca juga: Muslim Manado etnis Gorontalo gelar tradisi "tumbilotohe"

Baca juga: Kuliner tradisional Gorontalo jadi favorit saat Ramadhan

 

Pewarta: Debby H. Mano
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar