Menhub: Jangan andalkan jalan tol, pilih jalur selatan

Menhub: Jangan andalkan jalan tol, pilih jalur selatan

Menhub Budi Karya Sumadi berbincang dengan salah satu pemudik di Pelabuhan Panglima Utar, Sabtu (25/5/2019) sore. (FOTO ANTARA/Hendri Gunawan)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau untuk tidak andalkan jalan tol Trans Jawa yang diprediksi menjadi jalur favorit para pemudik pengguna kendaraan pribadi, tetapi bisa memanfaatkan jalur selatan bisa sebagai alternatif.

“Jalur selatan ini menjadi favorit dan bisa menjadi alternatif bagi pemudik. Jadi orang jangan hanya menggunakan jalan tol saja. Oleh karenanya kami melihat ini supaya memastikan jalan selatan ini berjalan dengan baik dan jalur selatan telah siap untuk menghadapi arus mudik dan balik tahun ini,” ujar Menhub dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Menhub menyampaikan bahwa, jalur selatan Jawa seperti Nagreg, Tasikmalaya, dan Garut, diprediksi akan lebih lengang daripada jalur yang lain, selain itu, dengan pemandangan yang indah dan banyak tempat pariwisata bisa menjadi pilihan jalur yang menyenangkan bagi pemudik.

Ia memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 31 Mei 2019.

Untuk itu, untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019, jalur Bandung-Nagreg-Tasikmalaya adalah salah satu jalur yang terkena dampak pembatasan ini.

“Kita memang akan melakukan pelarangan kendaraan berat kecuali truk yang mengangkut sembako mulai tanggal 30 Mei sampai 2 Juni 2019,” katanya.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan bahwa ia mengapresiasi pihak-pihak terkait yang telah mempersiapkan pengaturan lalu lintas untuk arus mudik lebaran khususnya di jalur selatan Jawa Barat.

Puan mengatakan pengaturan satu arah harus dipersiapkan agar tidak menimbulkan kemacetan melalui berkoordinasi dengan pihak kepolisian bekerja sama dengan pemerintah daerah.

“Untuk kesehatan juga sudah disediakan posko kesehatan. Arus mudik alternatif pun sudah disiapkan. Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan pihak-pihak terkait yang sudah menyiapkan arus mudik lebaran, kali ini dapat berjalan lebih baik dan lancar,” katanya.

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jemaah haji dan umrah bisa gunakan Bandara Kertajati mulai 2020

Komentar