counter

Liga Europa

Trofi perdana Sarri untuk Chelsea runtuhkan tiga mimpi kubu Arsenal

Trofi perdana Sarri untuk Chelsea runtuhkan tiga mimpi kubu Arsenal

Pelatih Arsenal Unai Emery menunduk ketika berjalan melewati trofi Liga Europa usai menerima medali runner-up lantaran dikalahkan Chelsea 1-4 dalam partai final di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Rabu (29/5/2019) setempat. (ANTARA/REUTERS/Phil Noble)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Chelsea Maurizio Sarri berhasil mempersembahkan Liga Europa sebagai trofi perdananya di klub Inggris yang ia tangani sejak musim panas 2018 itu.

Sarri mendampingi Chelsea melewati 45 menit pertama yang cukup membosankan di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis dini hari WIB, namun pada akhirnya mengangkat trofi usai timnya membungkam Arsenal 4-1 di partai final.

Olivier Giroud mencetak gol pembuka keunggulan Chelsea sembari mematutkan diri sebagai top skor Liga Europa dengan 11 gol, disusul gol Pedro Rodriguez dan dwigol Eden Hazard yang cuma bisa dibalas Alex Iwobi memastikan kemenangan tersebut.

Baca juga: Chelsea juara usai bungkam Arsenal 4-1

Masa depan Sarri di Chelsea mungkin masih diliputi tanda tanya kendati berhasil menjuarai Liga Europa dan Hazard mungkin tak lagi mengenakan seragam biru musim depan, namun kesuksesan di Baku telah meruntuhkan tiga mimpi di kubu Arsenal.

Pensiun nirgelar Cech

Selepas Arsenal berhasil membalikkan kekalahan 1-3 menjadi kemenangan agregat 4-3 atas wakil Prancis, Rennes, di babak 16 besar Liga Europa musim ini, kiper gaek Petr Cech mengutarakan mimpinya bisa pensiun dengan menjuarai kompetisi tersebut.

Cech sebetulnya tampil cukup solid sepanjang 90 menit pertandingan, namun ia tak banyak dibantu barisan pertahanan Arsenal yang 20 menit pertama babak kedua begitu rapuh.

Empat gol yang disarangkan oleh bekas timnya mengubur mimpi Cech tersebut.

Cech sendiri pada musim depan dipastikan akan "pulang" ke Chelsea, bukan sebagai pemain karena ia sudah pensiun, namun untuk posisi yang masih belum mau ia umumkan.

Baca juga: Cech ingin pensiun dengan juarai Liga Europa bersama Arsenal

Liga Europa bukan "Liganya Emery"

Pelatih Arsenal, Unai Emery, punya catatan gemilang di Liga Europa, jadi sosok pertama yang berhasil memenanginya tiga musim beruntun kala ia masih menukangi Sevilla.

Bahkan singkatan Liga Europa dalam bahasa Inggris, UEFA Europa League kerap diplesetkan sebagai Unai Emery League, atau dalam bahasa Indonesia Liganya Emery.

Di Baku, Emery berkesempatan untuk menajamkan rekor positifnya di kompetisi kasta kedua antar klub Eropa tersebut.

Namun, strategi Emery yang bisa membuat Arsenal mendominasi di babak pertama tak cukup untuk membuahkan gol pembuka keunggulan.

Dan lantas, Emery gagal memberikan wejangan positif bagi timnya yang memasuki babak kedua dalam kondisi imbang nirgol hanya untuk diluluhlantakkan dalam kurun waktu 20 menit.

Tentu saja, Emery punya kesempatan lagi musim depan sebab Arsenal sudah memesan satu tempat di Liga Europa sebagai tim peringkat kelima Liga Inggris.

Baca juga: Emery berpeluang kian tegaskan status Raja Liga Europa

Liga Malam Jumat lagi

Arsenal sudah dua musim absen dari Liga Champions setelah 17 tahun beruntun selalu tampil di kompetisi kasta tertinggi antar klub Eropa tersebut.

Musim ini, di Liga Inggris Arsenal terpeleset di beberapa pertandingan terakhir dan cuma berakhir menempati peringkat kelima klasemen akhir dengan koleksi 70 poin hanya terpaut satu poin dari empat besar.

Harapan satu-satunya bagi Arsenal untuk tampil di Liga Champions musim depan adalah dengan menjuarai Liga Europa.

Namun di Baku, harapan itu ditimbun dalam-dalam ketika gol Giroud, Pedro dan penalti Hazard melesak ke gawang Cech dalam 20 menit awal babak kedua.

Dengan demikian, Arsenal akan kembali berlaga di Liga Europa musim depan, kompetisi yang kerap disebut Liga Malam Jumat karena dimainkan pada Kamis malam waktu Eropa atau Jumat dini hari WIB.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar