Kendari (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, menyebutkan bahwa titik lokasi banjir di daerah itu terus meluas hingga sat ini mencapai 13 desa.

"Sebelumnya hanya delapan desa yang dilanda banjir, hari ini sudah meluas hingga 13 desa," kata Kepala BPBD Konawe Utara, Djasmiddin, dari Wanggudu, Senin.

Ia mengatakan, 13 titik yang terendam banjir yakni di Desa Tambakua, Langgiwo, Polora Indah, Sabandete, Mopute, Longeo, Tapuwatu, Walalindu, Alawanggudu, Puuwanggudu, Labungga, Laronanga, dan Kelurahan Lino Moio.

"Ke 13 desa tersebut berada di Kecamatan Langgikima, Asera, Oheo, Landawe, dan Andowia," katanya.

Menurut dia, rata-rata ketinggian air yang merendam lokasi itu mencapai dua meter, tetapi ada beberapa titik yang sempat sampai empat meter.

"Akibatnya, aktivitas warga jadi terhambat bahkan beberapa titik aktivitas warga lumpuh total," katanya.

Ia menjelaskan, meluasnya wilayah yang terendam banjir karena debit air yang besar kemudian meluap mengikuti aliran sungai wilayah Langgikima dan masuk di kawasan Wanggudu dan Andowia.

"Rumah warga terendam, tidak sedikit warga yang tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya yang ikut hanyut terbawa air," katanya.

Saat ini, katanya, warga yang terdampak banjir telah dievakuasi ke tempat-tempat ketinggian dan ke tenda-tenda darurat.

Sebelumnya dikabarkan bahwa banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Konawe Utara pada Minggu (2/6) dini hari.

Peristiwa itu diakibatkan hujan yang terus mengguyur sejak beberapa pekan terakhir di wilayah itu.

BPBD Kabupaten Konawe Utara menyebutkan terdapat 11 rumah warga yang hanyut terbawa air akibat banjir bandang yang melanda daerah itu sejak Minggu (2/6) dini hari.

Djasmiddin mengatakan 11 rumah warga yang hanyut diterjang badai tersebut berada di Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera.

"Ke-11 rumah warga yang hanyut tersebut adalah yang berada di bantaran sungai Walasolo dan Sungai Walalindu, sehingga saat debut air mulai meluap maka rumah warga juga ikut disapu arus," katanya.

Menurut dia, meski rumah terbawa arus sungai, pemiliknya sudah dievakuasi bersama tim terpadu ke tempat pengungsian atau tenda-tenda darurat.

"Saat ini warga mengharapkan bantuan seperti bahan makanan karena warga juga sedang jalani ibadah puasa," katanya.

Menurut dia, masih ada rumah yang terdampak parah seperti hanyut akibat luapan air sungai, tetapi belum terdata oleh tim.
 

Pewarta: Hernawan Wahyudono dan Suparman
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2019