counter

Menhan: jangan gunakan nama "Tim Mawar"

Menhan: jangan gunakan nama "Tim Mawar"

Menteri Pertahanan RI Ryamizad Ryacudu menyampaikan konferensi pers di Kantor Kemenhan RI, Jakarta, Rabu. (Imam B)

Tim mawar sudah selesai seluruh anggotanya sudah dikenakan hukuman
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan RI Ryamizad meminta semua pihak jangan lagi menggunakan nama "Tim Mawar", khususnya dalam penyebutan dalang kericuhan pada 21-22 Mei lalu.

"Sebetulnya tidak perlu gunakan nama itu, Tim Mawar sudah selesai. Semua anggotanya sudah kena sanksi hukuman," kata Ryamizad dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan diungkitnya nama Tim Mawar justru hanya membuka luka lama, dan itu tidak baik untuk kedepannya karena semua anggota tim tersebut sudah dikenakan sanksi dan hukuman.

Menurut dia, kalau seorang prajurit TNI sudah pensiun atau berstatus purnawirawan maka yang bersangkutan tidak bergabung dalam kesatuan.

Karena itu menurut dia, segala tindakan yang diambil merupakan urusan pribadi, dan tidak bisa disangkutpautkan dengan institusi TNI.

"Misalnya dia sudah purnawirawan, tidak bergabung apa-apa lagi, itu urusan mereka," ujarnya.

Ryamizad menegaskan bahwa prajurit Kopassus aktif dipastikan tidak terlibat tindakan di luar hukum dan dirinya sudah menanyakan langsung kepada para prajurit.

Sebelumnya, dalam laporan Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019, mantan anggota Tim Mawar Fauka Noor Farid diduga terkait dengan aksi kericuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019.

Dalam laporan tersebut, Fauka diduga berada di sekitar Gedung Bawaslu saat kerusuhan.

Baca juga: Bareskrim tolak laporan Chairawan terhadap Majalan Tempo

Baca juga: Chairawan keberatan Majalah Tempo gunakan istilah Tim Mawar

Baca juga: Tempo hargai pengaduan mantan Komandan Tim Mawar ke Dewan Pers

Menhan bertemu Buya Syafii, bahas kondisi bangsa

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar