counter

IKANU Mesir: Manfaatkan Syawal perbaiki hubungan sesama manusia

IKANU Mesir: Manfaatkan Syawal perbaiki hubungan sesama manusia

Ilustrasi - Sejumlah pengurus Ikatan Alumni Nahdlatul Ulama (Ikanu) Al-Azhar Mesir berfoto bersama seusai memaparkan rumusan sikap bersama menjelang Pilpres 2019 di Yogyakarta, Sabtu (1/9). (Foto Antara/Luqman Hakim) (Foto Antara/Luqman Hakim/)

Jakarta (ANTARA) - Sekjen Ikatan Keluarga Alumni Nahdlatul Ulama (IKANU) Mesir Anis Mashduqi mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, untuk memanfaatkan bulan Syawal setelah Ramadhan sebagai kesempatan memperbaiki hubungan sesama manusia.

"Syawal adalah bulan silaturrahim bagi umat Islam dalam rangka memperbaiki hubungan antarsesama umat manusia," kata Anis dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (17/6).

Dia mengatakan ajaran itu sangat baik apabila mampu menjadi tradisi nasional bangsa Indonesia. IKANU mengimbau kepada seluruh elemen bangsa untuk terus mempererat silaturahim antarsesama anak bangsa untuk memperkuat persaudaraan serta menyembuhkan luka anak bangsa setelah terjadinya benturan, konflik dan perpecahan.

Anis juga mengajak masyarakat untuk terus berupaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan sebagaimana karakter Islam moderat.

"Kepada seluruh elemen bangsa, umat Islam pada khususnya, untuk menebarkan karakter moderasi Islam sebagai pemersatu dalam rangka menciptakan kondisi bangsa yang kondusif, aman, tenteram dan damai. Agama dengan tegas melarang segala bentuk perilaku berlebihan dalam beragama, termasuk provokasi, fitnah dan kekerasan yang mengarah pada perpecahan," kata dia.

Dia mengatakan Indonesia dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI memiliki keselarasan dengan ajaran dan nilai-nilai agama Islam.

"Wajib kiranya menjaga dan memupuk komitmen kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI serta dengan tegas melawan gerakan yang akan mengusik dan mengancamnya. Di samping itu, seluruh elemen bangsa wajib menghormati pemerintahan yang sah serta mentaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," kata dia.

Alumni NU pertanyakan tidak sah shalat di "masjid illuminati"

Tradisi syawalan dangkel pikat wisatawan

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar