counter

Sidang MK, Gedung MK dijaga ketat

Sidang MK, Gedung MK dijaga ketat

Personel Brimob Polri bersiap melakukan pengamanan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019). Pengamanan dilakukan menjelang dan saat sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pilpres 2019 digelar di MK. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Jakarta (ANTARA) - Pada gelaran sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk pemilihan presiden 2019 pagi ini, pengamanan di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dijaga ketat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, barikade beton pembatas dan kawat berduri yang dibentangkan di depan Gedung MK, dengan penjagaan dari ratusan personel kepolisian dan TNI.

Selain itu, berbagai kendaraan taktis kepolisian, motor pengurai massa, dan lain-lain disiagakan di beberapa titik di sekitar depan Gedung MK.

Empat anjing pelacak juga nampak disiagakan di sudut-sudut dekat pintu masuk Gedung MK. Beberapa mobil ambulans dan pemadam kebakaran juga disiagakan di depan Gedung MK.

Baca juga: Sidang MK, KPU Sebut Ma'ruf tidak langgar ketentuan pemilu

Baca juga: Polisi: Masyarakat dipersilakan berdemo di sekitar Patung Kuda

Baca juga: MK gelar sidang kedua sengketa Pilpres 2019

Sementara itu, untuk memasuki gedung MK, petugas keamanan internal MK memerika pengunjung. Pengunjung diharuskan melewati metal detektor yang ditempatkan di depan pintu masuk lobi gedung.

Para pengunjung juga diharuskan menukar kartu identitas dengan kartu tanda pengenal agar bisa memasuki area dalam gedung.

Dalam sidang lanjutan PHPU yang digelar pagi ini, majelis hakim MK mengagendakan untuk mendengarkan jawaban dari pihak termohon yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Tim kuasa hukum Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, dan Bawaslu.

Sebelumnya, MK telah melakukan sidang perdana yang merupakan sidang untuk mendengar permohonan dari calon presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Jumat (14/6) lalu.

Makna damai pascasengketa pemilu

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar