Resensi film

"Men In Black: International", selamatkan dunia dari serangan alien

"Men In Black: International", selamatkan dunia dari serangan alien

Chris Hemsworth (H) with Em (Tessa Thompson) in Marrakech in Columbia Pictures' MEN IN BLACK: INTERNATIONAL.

Jakarta (ANTARA) - Duo dari agen senior "Men in Black (MIB)" bersama agen amatir yang baru saja menerima tugas pertamanya, bersatu melawan serangan alien berspesies maut bernama Hive yang dapat mengubah wujud mereka seperti layaknya manusia, dan mengancam baik organisasi tersebut maupun dunia.

Agen H (Chris Hemsworth) adalah seorang agen senior di organisasi MIB. Dengan banyaknya pengalaman berhadapan dengan para alien, membuat Agen H menjadi salah satu agen unggulan di sana.

Sedangkan partner-nya, Agen M (Tessa Thompson) merupakan agen yang baru saja menjalani masa magang di MIB dan mendapatkan misi pertamanya di luar New York bersama Agen H, agar ia segera lolos dari masa percobaannya tersebut.

Petualangan Agen M dimulai tak lama sesudah Agen O (Emma Thompson) melihat perkembangan pesat Agen M di masa training, dan mengirimnya ke kantor cabang MIB di London, Inggris, dan mempertemukannya dengan Agen H.

Agen H yang sudah senior rupanya dapat diimbangi oleh kecerdasan Agen M yang masih baru. Banyak ide segar yang dilakukan pasangan ini untuk mencegah Hive memasuki portal angkasa luar dengan bumi.
 

MIB agents in the MIB London office in Columbia Pictures' MEN IN BLACK: INTERNATIONAL.

Perburuan dan penangkapan salah satu alien terganas di semesta itu mengajak penonton untuk mengunjungi beberapa kota di dunia, tentunya dengan teknologi yang lengkap dan canggih.

Dalam film ini, mulai dari transportasi berkecepatan tinggi hingga senjata-senjata unik dan mutakhir turut menambah keseruan cerita.

Selain aksinya, "MIB: International" menyuguhkan banyak dialog yang mengocok perut penonton, layaknya tiga series Men in Black pada tahun 1997, 2002, dan 2012 lalu. Terlebih, duo kocak Chris Hemsworth dan Tessa Thompson juga pernah dipadukan pada film “Thor: Ragnarok” (2017).

Film bergenre sci-fi, action-comedy ini disutradarai F. Gary Gray, yang diadaptasi dari komik Malibu (Malibu Comics), buatan Lowell Cunningham.

Gray yang juga menyutradarai film ke-delapan dari sekuel “The Fast and the Furious”, “The Fate of the Furious” (2017) ini mengadaptasi “MIB: International” dengan memadukan interaksi manusia dan alien yang digambarkan melalui animasi 3 dimensi dan efek visual (CGI).

Latar belakang tiap tokoh pun juga beragam dan diceritakan sesuai porsinya.

Misalnya bagaimana mulanya Agen H maupun Agen M memulai perjalanan mereka, pengenalan agen-agen lain di organisasi tersebut, hingga bagaimana alien-alien bisa berada di bumi dan berinteraksi dengan manusia. Tentunya disisipi percakapan ringan antar karakter yang menggelitik dan penuh kejutan.

Berbeda dengan tiga serial MIB sebelumnya yang didominasi oleh tokoh pria, film ini memberikan spotlight bagi Agen M yang merupakan agen MIB wanita di sana. Dalam film ini, dapat dilihat bagaimana organisasi MIB memiliki agen-agen dengan beragam etnis, gender, hingga tujuan mereka .

Dibalut dengan penokohan, efek visual, hingga komedi yang pas, film berdurasi 120 menit ini dapat ditonton di seluruh bioskop tanah air mulai Rabu, 19 Juni 2019.

Baca juga: "Men In Black: International" tayang mulai hari ini

Baca juga: Chris Hemsworth dan Tessa Thompson jadi wajah baru "Men in Black"

Baca juga: Tom Holland dan Chris Hemsworth main wayang di Bali


Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jurus jitu lawan body shaming di medsos ala Cast Imperfect

Komentar