Jakarta (ANTARA News) - Marinir, pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), diperbantukan untuk melayani masyarakat melalui tol Sedyatmo menuju Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta yang sampai pukul 22.00 WIB Sabtu kebanjiran setinggi sekira 1,5 meter. "Kami dibantu pasukan Marinir akan menyeberangkan masyarakat yang akan berpergian menggunakan pesawat," kata Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) PT Jasa Marga Tbk, Zuhdi Saragih, di Jakarta, Sabtu malam. Menurut Zuhdi, masyarakat mulai dari Gerbang Tol Kamal menuju Bandara Soekarno-Hatta diseberangkan menggunakan perahu karet sampai melewati genangan di kilometer 26, dan diangkut menggunakan truk marinir. Banjir akibat meluapnya Sungai Tanjung yang lokasinya berdekatan dengan jalan tol sejak Jumat (1/2) pukul 16.00 WIB membuat tol Bandara Soekarno-Hatta ditutup, dan hingga Sabtu malam belum dapat dikendalikan. Banjir terjadi akibat pompa air milik Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (Pemprov DKI) Jakarta yang bertugas mengalirkan Sungai Tanjung ke laut tidak berfungsi, sehingga sungai meluap termasuk ke jalan tol Bandara. Bahkan, akibat banjir tersebut sejumlah kendaraan terjebak banjir karena mencoba menerobos genangan. Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk., Sarwono Oetomo, setidaknya ada lima kendaraan terendam banjir. Sampai Sabtu (2/2) pukul 22.00 WIB ketinggian air belum ada tanda-tanda surut. Sehingga kami kemudian berinisiatif untuk meminta bantuan kepada pasukan khusus Marinir, karena hanya mereka yang memiliki kemampuan dan perlatan, kata Zuhdi. Pihak Marinir, kata Zuhdi, telah berjanji membantu PT Jasa Marga Tbk selama jalan tol tidak bisa dilalui. "Mungkin sampai kondisi normal kembali," ujarnya. PT Jasa Marga Tbk menyatakan, sejak terendam banjir jalan jalan tol tersebut tidak berfungsi dan bahkan sempat dinyatakan tertutup saat hari Jumat karena khawatir akan ada banyak kendaraan terjebak banjir. Saat ini pengalihan kendaraan, setelah melihat di Kamal ternyata juga banjir maka masih dikoordinasikan apakah bisa lewat Tangerang karena kelihatannya hanya itu satu-satunya rute yang aman. (*)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2008