counter

Utut: Program BRI China bisa tingkatkan konektivitas global

Utut: Program BRI China bisa tingkatkan konektivitas global

Ilustrasi rute jalur sutra kuno. (en.wikipedia.org)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto mengapresiasi program Belt and Road Initiative (BRI) yang diterapkan antara lain melalui proyek Jalur Sutra Modern yang dinilai akan dapat meningkatkan konektivitas antara masyarakat di global.

"Kami menyambut baik Belt and Road Initiative. Konsep ini hadir untuk saling menguatkan dan mensejahterakan masyarakat global," kata Utut Adianto dalam pernyataan saat menyambut kunjungan Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) Republik Rakyat Tiongkok Ji Bingxuan beserta delegasi di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat.

Menurut Utut Adianto, hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat China (RRC) telah berlangsung lama dan saling menguntungkan, sehingga perlu ada dorongan untuk meningkatkan hubungan antarparlemen kedua negara.

Politisi PDIP itu juga menuturkan, sebagai dukungan terhadap proyek tersebut, perlu dibentuk gugus tugas yang terdiri atas pakar beragam bidang.

Para pakar tersebut, lanjutnya, diharapkan bakal dapat mempelajari secara seksama Jalur Sutra Modern sehingga ke depannya juga akan bisa memberi masukan kepada pemerintah.

Laporan Bank Dunia di Washington, Selasa (18/6) menyatakan, pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh Belt and Road Initiative (BRI) China bisa mempercepat perkembangan ekonomi dan mengurangi kemiskinan di banyak negara berkembang.

Pada laporan tersebut disebutkan bahwa BRI China, yang akan menghubungkan China dan Eropa melalui Asia Tengah dan Selatan dengan pelabuhan, jalur kereta, jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya, bisa menaikkan taraf hidup 32 juta orang jika diterapkan secara penuh.

Namun, Bank Dunia juga tetap menyertakan adanya risiko signifikan yang mungkin dialami.

"Untuk mencapai ambisi BRI China diperlukan reformasi yang juga sama ambisiusnya dari para negara peserta," kata Wakil Presiden Bank Dunia Bidang Pemerataan Pertumbuhan, Ceyla Pazarbasioglu, dalam keterangannya.

Dia menambahkan, "peningkatan dalam laporan data dan transparansi, khususnya mengenai pinjaman, pengadaan barang pemerintah yang terbuka, serta kepatuhan terhadap standar sosial dan lingkungan akan sangat membantu."

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur memfasilitasi pertemuan antardelegasi Republik Rakyat China dengan para pelaku usaha Indonesia, di Jakarta, Jumat (14/6), dalam Indonesia Business Visit and China International Contractors Association (Chinca).

Kegiatan itu dihadiri 31 pelaku usaha dari perwakilan Chinca dan pimpinan dari berbagai perusahaan di bidang energi, transportasi dan pengembangan infrastruktur, manufaktur permesinan, serta lembaga pembiayaan atau keuangan yang sebagian besar datang dari kota Beijing dan sekitarnya serta merupakan grup perusahaan atau BUMN besar China.
Baca juga: Bank Dunia: BRI China bisa percepat perkembangan ekonomi
Baca juga: Kemenko Maritim fasilitasi pengusaha China bangun infrastruktur
Baca juga: Luhut tegaskan proyek Belt and Road tak gunakan skema G to G


 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar