Kematian Edi Tak Berkaitan Korupsi DAK Rp8 Miliar

Kediri (ANTARA News) - Walikota HA Maschut menegaskan, kematian Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan Pemkot Kediri, Edi Wijanarko, tak berkaitan dengan kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan senilai Rp8,245 miliar yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. "Dia hanya pelaksana administrasi, kalau pun pernah ke Kejati bukan untuk memberikan keterangan sebagai pihak yang diperiksa, tapi hanya mendampingi beberapa pejabat Kas Daerah dan Bank Jatim," katanya di Balaikota Kediri, Selasa. Maschut menilai wajar, jika Edi mendatangi Kejati Jatim, karena memang mengerti aliran keuangan di lingkungan Pemkot Kediri kendati tidak memegang langsung keuangan tersebut. "Dia hanya mengurusi administrasinya saja, sedangkan uangnya berada di kas daerah. Jadi dia hanya bertugas membuat surat yang dikirimkan kepada kas daerah. Sangat tidak mungkin kalau dia terlibat dalam kasus itu," katanya. Oleh sebab itu, dia meminta semua pihak untuk tidak mengkait-kaitkan kematian Edi Widjanarko dengan kasus korupsi senilai Rp8,245 miliar yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Maki Ali itu. "Jangan menafsirkan sendiri-sendiri tentang kematian ananda Edi, karena persoalan ini atau itu. Iya kalau benar, kalau tidak, kita malah berdosa. Sekarang kita pasrahkan semuanya pada Allah sambil terus berdoa memohon ampunan untuk dia yang sudah berada di alam baka," katanya kepada sejumlah staf Bagian Keuangan dan Kantor Kas Daerah itu. Edi Widjanarko (42) ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya di Jalan Kademangan 34-A, Kelurahan Lirboyo, Kota Kediri, Senin (4/2) siang. Saat jasadnya ditemukan, pada pukul 13.00 WIB, korban yang lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Malang dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) itu, mengenakan kaus singlet dan celana seragam PNS warna krem. Maschut mengenal korban sebagai sosok berkepribadian pendiam, namun memiliki integritas yang tinggi terhadap pekerjaannya. "Persoalannya dia memang terlalu pendiam, meskipun bertanggung jawab dan tidak mau membebani orang lain," katanya. Selama menjabat Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan Pemkot Kediri, Edi Widjanarko hanya sekali ke ruang kerja Walikota Kediri yang bakal mengakhiri jabatannya pada bulan Juli 2008 itu. "Dia memasuki ruang kerja saya hanya untuk menyampaikan selamat ulang tahun saya yang ke-68 pada 28 Januari lalu," kata Maschut mengenang pertemuan singkatnya dengan anak buahnya itu.(*)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2008

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar