counter

OJK harus seleksi calon komisaris dan direksi PT. Bank Maluku - Malut

OJK harus seleksi calon komisaris dan direksi PT. Bank Maluku - Malut

Gedung Pusat Bank Maluku-Maluku Utara di Kota Ambon (bankmaluku) (bankmaluku/)

Ambon (ANTARA) - Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus menyeleksi calon komisaris dan direksi PT. Bank Maluku dan Maluku Utara (Malut) yang diusulkan saat Rapat Umum Pemegang saham (RUPS), baik tahunan maupun luar biasa di Jakarta pada 17 Juni 20-19.

"Harus diseleksi OJK dahulu, makanya belum ada keputusan soal komisaris maupun direksi PT. Bank Maluku dan Malut yang definitif," kata pemegang saham pengendali PT. Bank Maluku dan Malut, Murad Ismail, di Ambon, Selasa.

RUPS tahunan PT. Bank Maluku dan Malut mencalonkan Arief Burhanudin Waliulu yang sebelumnya menjabat Plt Direktur Utama(Dirut) dan Direktur Umum Bank Maluku menjadi Dirut serta calon Direktur Pemasaran dijabat Jetty Likur sebelumnya menempati salah satu jabatan di Bank Mandiri Jakarta menggantikan Aleta Da Costa.

Selanjutnya, Calon Direktur Umum dijabat Joly Pulung sebelumnya menjabat sebagai Kepala Cabang PT. Bank Maluku – Malut di Tobelo, Malut, yang harus memenuhi beberapa persyaratan untuk diajukan ke OJK.

Sedangkan, RUPS Luar Biasa juga disepakati calon Komisaris Utama dijabat M.A.S. Latuconsina sebelumnya adalah Wakil Walikota Ambon, dan calon Komisaris Independen dijabat Hengky Pelapon yang harus memenuhi beberapa persyaratan untuk diajukan ke OJK.

Murad yang Gubernur Maluku dilantik bersama Wagub, Barnabas Orno oleh Presiden Jokowi di Jakarta pada 24 April 2019 itu mengemukakan, hasil OJK nantinya disampaikan kepada pemegang saham lainnya yakni Gubernur Malut, para Bupati maupun Wali Kota se- Maluku dan Malut.

"Pastinya saat RUPS tahunan maupun luar biasa di Jakarta yang dihadiri Abdul Gani Kasuba itu disepakati PT. bank Maluku dan Malut harus dikelola secara profesional sehingga mendukung pengembangan pembangunan di dua provinsi tetangga ini," tandas Murad.

Sedangkan, calon Komisaris Utama PT. Bank Maluku dan Malut, M.A.S Latuconsina mengemukakan, berusaha tidak mengecewakan kesepakatan para pemegang saham BUMD ini dan siap menjalani seleksi sesuai ketentuan OJK.

"Kepercayaan ini tidak boleh disia-siakan agar PT. Bank Maluku dan Malut mampu berkompetensi secara sehat dengan bank maupun lembaga keuangan lainnya yang bisa juga ekspansi di provinsi lainnya," katanya.

Baca juga: Bank Maluku Tunggu Izin BI untuk Ekspansi ke Jakarta

 

Usaha perbankan di Jatim meningkat 8,22%

Pewarta: Alex Sariwating
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar