counter

Mulai berdatangan di Pontianak kontingen STQ nasional XXV

Mulai berdatangan di Pontianak kontingen STQ nasional XXV

Satu di antara lima mimbar Seleksi Tilawah Qur'an (STQ) Tingkat Nasional XXV 2019 di Pontianak, Kalbar, yang berbentuk tanjak. (FOTO ANTARA/istimewa)

STQ XXV akan menjadi perhelatan yang paling istimewa sepanjang sejarah, karena satu titik mimbar tilawah direncanakan dibuat di depan Alun-Alun Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia
Pontianak (ANTARA) - Sejumlah kontingen Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXV tingkat nasional 2019, Selasa, mulai berdatangan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), yang menjadi tuan rumah ajang itu.

"Sesuai konfirmasi yang kita terima dari seluruh kontingen, mulai hari ini mereka datang ke Pontianak. Untuk itu kita sudah menyiapkan semua akomodasi dan sudah ditangani oleh masing-masing LO (Liaison Officer) kontingen," kata Ketua Umum STQ Nasional XXV, Syarif Kamaruzzaman di Pontianak, Selasa.

Dia menjelaskan, kontingen yang datang ke Pontianak dijadwalkan mulai datang sejak tanggal 25 sampai 29 Juni 2019.

"Jadi, begitu kontingen dari daerah lain datang, langsung kita sambut di bandara, kita lakukan registrasi peserta dan sudah disiapkan akomodasi untuk sampai ke hotel," katanya.

Ia menjelaskan untuk jumlah peserta sekitar 500 lebih dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, namun kemungkinan bisa bertambah, karena akan ada tim pendamping dan sebagainya.

Bahkan, kata dia, sebagian besar kontingen yang hadir akan didampingi langsung oleh gubernur/wakil gubernur atau Sekda setiap provinsi.

"Makanya, untuk penginapan juga sudah kita siapkan. Kita sudah melakukan kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan menyiapkan semua hotel yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya untuk penginapan peserta," ujarnya.

Dari pengecekan ketersediaan hotel yang dilakukan pihaknya, sejauh ini hotel yang ada di Pontianak dan sekitarnya masih sangat memadai.
"Bahkan, saat mengecek salah satu hotel yang ada di dekat lokasi kegiatan, juga masih kosong," katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga sudah melakukan kerja sama dengan para pengeola Usaha Mikro Kecil dan Menenah (UMKM) dan rumah makan/restoran yang ada, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada semua peserta.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyatakan, terkait persiapan STQ, sampai hari ini masih sesuai dengan rencana.

"Kami berharap pada pembukaan STQ nanti bisa dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla," kata SUtarmidji.

Dia menyatakan, pelaksanaan STQ XXV yang digelar pada akhir Juni sampai awal Juli 2019 itu akan menjadi perhelatan yang paling istimewa sepanjang sejarah, karena satu titik mimbar tilawah direncanakan akan dibuat di depan Alun-Alun Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia.

"Ini tak mungkin ada di tempat lain," katanya.

Selain itu, kata dia, ada pula satu titik lagi mimbar tilawah untuk qori dan qoriah, peserta anak-anak dan dewasa, yang akan ditempatkan di titik nol derajat lintang utara dan selatan. Atau tepat berada di tengah-tengah garis khatulistiwa.

"Ini akan menjadi ingatan oleh qori dan qoriah, peserta anak-anak dan dewasa, melantunkan ayat suci al-quran tepat berada di tengah-tengah garis khatulistiwa," demikian Sutarmidji.

Baca juga: Sudah capai 99 persen persiapan STQ Nasional XXV di Pontianak

Baca juga: Mimbar Tilawah STQ nasional siap 95 persen

Baca juga: Hotel di Pontianak penuh saat pelaksanaan STQ Nasional XXV


 

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dampak kabut asap, Pontianak siapkan rumah oksigen gratis

Komentar