counter

Sinkronesia #2 hadirkan multiseni di ruang publik

Sinkronesia #2 hadirkan multiseni di ruang publik

Ilustrasi - Pameran Pop Art Pengunjung melihat instalasi seni pop art wajah sejumlah tokoh nasional dalam Pameran Pop Art Tokoh Malang di alun-alun, Malang, Jawa Timur, Kamis (20/4). Pameran yang diadakan di ruang publik selama tujuh hari tersebut menampilkan 30 seni Pop Art wajah para tokoh nasional yang berasal dari Malang. (Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto/zk/17.)

Jakarta (ANTARA) - "Sinkronesia #2: Bunyi, Gerak, Gambar dan Cahaya" yang digelar oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menghadirkan multiseni di ruang publik.

Bekerja sama dengan musisi Andy Ayunir, Didi AGP, dan ArtMoment Dancer serta didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bogor akan digelar pertunjukan musik digital/musik eksperimental yang dikolaborasikan dengan seni visual, LED dance dan seni cahaya.

Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan melalui siaran pers di Jakarta, Kamis, mengatakan kegiatan ini dapat memberikan kesempatan kepada seniman seni media untuk berekspresi dan berkreasi sekaligus memberikan hiburan alternatif kepada masyarakat.

"Selain itu kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyosialisasikan dan meningkatkan apresiasi terhadap karya seni media dengan berbagai ekspresinya untuk kalangan generasi muda dan masyarakat luas," kata dia.

Hal ini sejalan dengan salah satu agenda strategis kebudayaan, yakni menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Restu mengatakan tidak semua masyarakat akrab atau memiliki akses terhadap ruang dan gedung kesenian.

Hal ini jelas berpengaruh pada tingkat apresiasi masyarakat terhadap karya seni media yang relatif belum dikenal secara luas. Oleh sebab itu, karya seni media ini perlu dibawa ke ruang publik.

"Semakin mudah aksesnya, semakin terbuka animo dan minat masyarakat untuk mengapresiasi karya seni tersebut," kata dia.

Melalui ruang publik penyebaran informasi mengenai apa itu seni media menjadi mudah karena masyarakat secara langsung dapat berinteraksi dengan seni media itu sendiri.

"Dengan adanya ruang publik sebagai wadah dalam berekspresi diharapkan semakin membuka rasa keingintahuan masyarakat terhadap dunia seni media, khususnya di Indonesia," kata dia.

Pagelaran tersebut akan dilaksanakan di Stadion Pakansari, Cibinong Bogor pada 29 Juni 2019 pukul 19.00 WIB.*

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar