Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah menegaskan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anggota Askar Wathaniah. "Rekruitmen WNI menjadi anggota Askar Wathaniah, sama sekali tidak sesuai dengan hasil pengecekan ulang Pangdam Tanjungpura, dan kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat ke Malaysia," kata Menko POlitik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Widodo Adi Sutjipto di Jakarta, Jumat. Ditemui setelah memimpin Rapat Koordinasi Bidang Polhukam, ia mengatakan semua pihak baik militer, polisi dan intelijen kedua negara menyatakan tidak ada indikasi keterlibatan WNI yang akan direkrut sebagai anggota Askar Wathaniah. Hal serupa dilontarkan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso yang menyatakan untuk menjadi anggota Askar Wathaniah harus berkewarganegaraan Malaysia. "Ada kondisi yang kontradiktif yang menyatakan kecil kemungkinan WNI di rekrut sebagai anggota paramiliter Malaysia," ujarnya. "Misalnya banyak warga Indonesia yang bekerja di sana yang tidak dilengkapi dokumen resmi itu di-sweeping dan dipulangkan ke Indonesia. Jadi, tidak mungkin ada perekrutan itu," katanya. Dengan kata lain, tambah Djoko, tidak benar ada WNI yang menjadi anggota Askar Wathaniah. Bantahan serupa juga disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar yang mengatakan, sesuai dengan hasil koordinasi dengan aparat intelijen kedua negara tidak ada indikasi menyebutkan WNI menjadi anggota para militer Malaysia. "Bahkan selama ini warga Indonesia yang tidak berdokumen resmi saja dipulangkan, malah Malaysai takut akalu mereka disusupi oleh WNI, jadi tidak benar kalau ada warga negara kita yang menjadi anggota Askar itu," ujarnya. Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Letnan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo dengan Komisi I DPR awal pekan ini, sejumlah anggota komisi mensinyalir ada sejumlah warga negara Indonesia yang direkrut Askar Wataniyah guna mengamankan kepentingan Malaysia di perbatasan. Organisasi paramiliter Askar Wataniyah yang berada di perbatasan RI-Malaysia diperkirakan mencapai 40 ribu orang, untuk mengamankan kepentingan Malaysia di sepanjang perbatasan. Perbatasan wilayah Daratan antara Indonesia dengan Malaysia terbentang sepanjang 2.001 kilometer km. Perbatasan wilayah Daratan antara Kalbar dengan Sarawak sepanjang 966 km. Sedangkan perbatasan wilayah Daratan antara Kaltim dengan Sabah sepanjang 1.035 km.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2008