counter

Nelayan hilang di Jepara ditemukan meninggal

Nelayan hilang di Jepara ditemukan meninggal

Sejumlah personel Basarnas Pos SAR Jepara, Jawa Tengah, bersama tim gabungan serta nelayan, Selasa (2/7) melakukan evakuasi nelayan yang ditemukan meninggal setelah sempat dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Jepara. (Foto : Dok Basarnas.)

Jika memakai jaket pelampung dimungkinkan masih ada peluang terselamatkan,
Jepara (ANTARA) - Nelayan yang hilang di Pantai Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akhirnya ditemukan tim gabungan yang melakukan pencarian dalam kondisi meninggal, Selasa.

Menurut Koordinator Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Jepara Wisnu Yuas di Jepara, Selasa, nelayan bernama Ali Rohmad berhasil ditemukan tim gabungan yang melakukan pencarian sekitar pukul 08.40 WIB.

Jumlah personel gabungan yang diterjunkan untuk melakukan pencarian di Perairan Kedung, Kabupaten Jepara, mencapai 30 orang, termasuk dari nelayan setempat juga ikut melakukan pencarian.

Khusus personel Basarnas yang diterjunkan, katanya, berjumlah 10 orang untuk melakukan pencairan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), selain pula dibantu para nelayan, serta perahu karet dari BPBD Jepara.

Korban yang ditemukan mengambang dalam kondisi  tengkurap, dengan jarak dari bibir pantai sekitar 5 mil.

"Saat ditemukan, korban memang tidak memakai jaket pelampung (life jacket) sebagai alat keselamatan melaut. Jika memakai jaket pelampung dimungkinkan masih ada peluang terselamatkan," ujarnya.

Upaya pencarian sendiri dimulai sejak Senin (1/7) setelah mendapatkan informasi ada nelayan asal Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Jepara hingga pukul 17.00 WIB.

Perahu korban saat ditemukan nelayan setempat dalam kondisi masih hidup dan berhasil ditarik ke tepian pada pukul 12.00 WIB.

Untuk penyebab pastinya hingga korban ditemukan dalam kondisi meninggal, kata dia, belum diketahui.

Setelah berhasil dievakuasi, selanjutnya korban dibawa ke rumah duka usai dilakukan visum.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, korban pergi melaut mulai pukul 05.00 WIB seorang diri, namun pada siang hari nelayan setempat dikejutkan dengan perahu korban ditemukan di laut dengan mesin masih menyala, sedangkan korban tidak ada di tempat.

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang untuk cuaca Senin (1/7) untuk wilayah perairan Kepulauan Karimunjawa ketinggian gelombang lautnya maksimal 1,5 meter dengan kecepatan angin antara 8-10 knot.

Sementara untuk Laut Jawa ketinggian gelombangnya bisa mencapai 2,5 meter dengan kecepatan angin 10-25 knot dan perairan utara Jateng ketinggian gelombangnya bisa mencapai 1,25 meter dengan kecepatan angin 4-10 knot.

Cuaca tersebut cukup aman bagi nelayan untuk mencari ikan. 

Baca juga: Korban kecelakaan perahu di Sumba Barat belum ditemukan
Baca juga: Seorang nelayan dikabarkan hilang saat melaut
Baca juga: Dua nelayan masih dalam pencarian Satpolair Bangka Barat

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cari nelayan, 4 penyelam turut menghilang

Komentar