Papua Barat subsidi Rp24 miliar program kedokteran Unipa

Papua Barat subsidi Rp24 miliar program kedokteran Unipa

Kepala BPKAD Papua Barat Abia Ullu (ANTARA/Toyiban)

Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat tahun 2019 menyiapkan bantuan subsidi sebesar Rp24 miliar untuk program kedokteran Universitas Papua (Unipa) Manokwari guna mencetak tenaga dokter asli putra-putri daerah.

"Anggaran sudah siap tinggal menunggu surat permohonan pencairan dari pihak Unipa. Kami bisa segera cairkan agar pembiayaan untuk Fakultas Kedokteran Unipa tidak mengalami kendala," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Papua Barat, Abia Ullu di Manokwari, Rabu.

Dia menjelaskan, anggaran tersebut bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus) yang ditransfer pemerintah pusat. Itu dilakukan untuk membantu Unipa mencetak tenaga dokter dari kalangan putra-putri asli Papua.

Dana Otsus tahap pertama tahun 2019 sudah dicairkan sebesar 30 persen dari Rp 2,5 triliun total anggaran yang diterima Papua Barat. Bantuan untuk Fakultas Kedokteran Unipa diambil dari dana tersebut sebelum dibagikan ke kabupaten dan kota.

Baca juga: Mahasiswa Manokwari sumbang pakaian dan dana untuk pengungsi banjir

"Hak-hak kabupaten kota pun kami sudah berikan. Seluruh kabupaten/kota sudah sudah terima," kata Abia lagi.

Ia mengutarakan, pencairan dana Otsus tahap pertama tahun 2019 mengalami keterlambatan. Ia berharap seluruh daerah dapat menyesuaikan diri agar penyerapan anggaran optimal.

"Tahap pertama baru Juni ditransfer, padahal bulan Juli pencairan tahap kedua harus dilakukan. Maka anggaran harus segera dilaksanakan, program di kabupaten/kota kan sudah jelas. Lalu segera buat laporan pertanggungjawaban untuk persiapan tahap kedua," katanya lagi.

Ia juga berharap Unipa pun segera ajukan pencairan agar bantuan tersebut bisa dimanfaatkan. Laporan penggunaan anggaran harus disampaikan untuk memproses pencairan tahap berikutnya.

Baca juga: IKA Unipa Manokwari buka rekening peduli Sentani

Pemberian bantuan untuk Fakultas Kedokteran Unipa merupakan hasil kesepakatan Pemprov Papua Barat bersama kabupaten/kota. Itu dilakukan menyusul persoalan terkait pembiayaan yang berdampak pada stabilitas aktivitas perkulian di fakultas tersebut beberapa tahun lalu.

Bantuan itu dikucurkan agar kerjasama antara Unipa dengan Universitas Indonesia dalam mencetak calon dokter di Papua Barat berjalan lancar.

Pewarta: Toyiban
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

DPD usulkan pencabutan moratorium pemekaran daerah

Komentar