Jakarta (ANTARA News) - Menteri Agama, Muhammad Maftuh Basyuni, Kamis pagi, membuka Islamic International Expo 2008, dengan peserta dari sejumlah negara Muslim dari kawasan Timur Tengah, Bangladesh, Pakistan, India dan bahkan dari Singapura dan Brunei Darusalam. Maftuh Basyuni dalam pengarahannya berharap ajang pameran ini dapat memberikan kontribusi, saling memberi informasi bagi peningkatan wisatawan. Pameran akan berlangsung hingga 24 Februari mengambil tempat di Balai Kartini, Jakarta. Menteri juga berharap peserta dari tanah air dapat menjalin kerja sama dengan pihak peserta dari kawasan Timur Tengah, sehingga diperoleh kesepahaman dalam mengatur peserta umroh. Afif Ubaidillah, pengamat biro perjalanan haji dan umroh, mengatakan jika dicermati pesan Menteri Agama ada suatu harapan bahwa para penyelenggara umroh di tanah air bisa menjalin kerja sama lebih baik lagi. Karena itu, peserta dalam negeri masih harus bekerja lebih keras lagi untuk mendatangkan pelancong dari kawasan timur tengah. "Selama ini kita lebih banyak mengeluarkan devisa ke timur tengah. Kondisi ini harus diperbaiki," harap Afif. Sementara itu, Achmad Baluki -- Ketua Asosiasi Masyarakat Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (AMPHURI) -- mengaku bahwa untuk mendatangkan pelancong ke tanah air dewasa ini bukan pekerjaan mudah. Terlebih pelancong dari Timur Tengah karena berbagai hal, antara lain kondisi keamanan dan rasa nyaman, bencana dan lainnya. Pelancong lebih suka pelesir ke Malaysia karena rasa nyaman dan aman, termasuk dukungan infrastruktur yang sangat kondisif, kata Baluki. Kendati begitu, ia yakin jika keadaan di tanah air lebih baik dibanding negara jiran maka pelancong dari timur tengah akan mengalir ke berbagai tempat di Indonesia. (*)

Copyright © ANTARA 2008