Gubernur Kalbar bisa "cetak" 5.000 hafiz dan hafizah

Gubernur Kalbar bisa "cetak" 5.000 hafiz dan hafizah

Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin didampingi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar serta unsur Forkopimda Kalbar memukul Rebana saat penutupan kegiatan STQ Nasional ke XXV di Kota Pontianak, Jumat malam (Rendra Oxtora)

Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan pihaknya akan melaksanakan program melahirkan dan "mencetak" 5.000 hafiz dan hafizah untuk membentuk generasi Qurani di provinsi itu.

"Sebagai Gubernur Kalbar, saya sangat bersyukur karena ada Qoriah dari Kalbar yang bisa menjuarai cabang hafalan 30 juz. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita dan sesuai dengan apa yang saya inginkan Kalbar akan melahirkan 5.000 Hafiz dan Hafizah dalam lima tahun ke depan," kata Sutarmidji saat menyampaikan sambutan pada penutupan STQ Nasional ke XXV yang dilaksanakan di Pontianak, Jumat malam.

Baca juga: Menag kembali menegaskan tidak akan hapus pendidikan agama

Dia menjelaskan, 5.000 hafiz dan hafizah ini nantinya akan disebar di seluruh masjid yang ada di provinsi itu sehingga bisa menjadi pelopor dan memberikan pelajaran membaca Al Qur'an bagi anak-anak di setiap daerah.

Dikatakannya, saat menjadi Wali Kota Pontianak selama dua periode, dirinya menekankan kepada setiap sekolah untuk memberikan pendidikan membaca Al Qur'an kepada anak-anak, sehingga pada saat anak lulus SMA, bagi yang muslim sudah bisa khatam Al Qur'an.

Baca juga: DKI Jakarta juara umum STQ Nasional ke XXV

"Makanya, setiap peringatan HUT Kota Pontianak, kita selalu melaksanakan kegiatan Khataman Al Qur'an massal dan sejauh ini, sudah ada ribuan anak-anak Pontianak yang khatam Al Qur'an. Ini juga yang akan kita terapkan di Kalbar," tuturnya.

Dirinya berharap, agar apa yang dicita-citakannya bisa terwujud, terlebih dengan adanya juara terbaik pada cabang hafalan 30 juz di STQ Nasional yang berasal dari Kalbar, hal itu semakin menguatkan keyakinannya, program 5000 hafiz dan hafizah di Kalbar bisa terwujud.

"Dengan demikian, semangat terus untuk mempelajari dan menggali Alquran untuk kehidupan dan kemaslahatan umat serta untuk kemajuan bangsa dan kehidupan keberagaman bisa terus kita wujudkan dan semua ini dilakukan untuk Indonesia yang damai dan sejahtera," kata Sutarmidji.

Pada kesempatan itu, dirinya juga meminta maaf jika selama pelaksanaan STQ Nasional ke XXV di Kalbar ada hal yang tidak berkenan bagi para Khafilah. Saya harap para khafilah yang ada disini bisa membawa hal baik dari Kalbar dan bisa menyampaikannya kepada semua kerabat dan keluarga yang ada di daerahnya masing-masing," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar