Semarang (ANTARA News) - ExxonMobil dan Pertamina memprediksi ladang minyak Banyu Urip di Blok Cepu memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel, sehingga bisa menjadi andalan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia. "Pada puncak produksi, ladang minyak Banyu Urip diperkirakan mampu memproduksi 165 ribu barel minyak per hari. Blok ini juga masih memiliki potensi untuk penemuan tambahan," kata General Manajer Mobil Cepu Ltd, Michael K. Nelson, di sela-sela Penandatanganan Perjanjian Syarat dan Ketentuan Pengalihan "Participating Interest" (PI) 10 Persen Blok Cepu, di Semarang, Jumat. Penandatanganan pengalihan PI 10 persen Wajib Kuasa Penambangan (WKP) Blok Cepu dilakukan empat BUMD, dengan dihadiri Gubernur Jateng Ali Mufiz, Gubernur Jatim Imam Utomo, Bupati Bojonegoro H.M. Santoso, Bupati Blora Yudi Santjojo, PT Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Cepu, dan Mobil Cepu Limited. Mobil Cepu Limited (MCL) merupakan anak perusahaan ExxonMobil Corporation, sementara PT Pertamina EP Cepu merupakan anak perusahaan PT Pertamina. Kedua perusahaan minyak ini sepakat menandatangani perjanjian jual beli 10 persen PI dalam kontrak kerja sama Blok Cepu dengan empat BUMD, yakni PT Sarana Patra Hulu Cepu (Jawa Tengah), PT Petro Gas Jatim Utama Cendana (Jatim), PT Blora Patragas Hulu (Blora), dan PT Asri Dharma Sejahtera (Bojonegoro). Dengan adanya jual beli itu, katanya, maka Mobil Cepu Limited (MCL) dan Ampolex Pte. Ltd., yang merupakan anak perusahaan ExxonMobil Corporation memiliki PI di Blok Cepu sebesar 45 persen, Pertami EP Cepu 45 persen, dan empat BUMD 10 persen. "MCL gembira terkait tercapainya perjanjian dengan empat BUMD. Kita berterima kasih dengan adanya dukungan yang diterima dari masyarakat maupun pemerintah agar pelaksanaan ekplorasi minyak di Blok Cepu berjalan sesuai harapan," katanya. Nelson percaya bahwa kerja sama ini akan membantu untuk maju kepada tahap pengembangan Blok Cepu dengan lebih efektif dan efisien karena Blok Cepu mempunyai kandungan minyak yang cukup besar. Luas lahan ladang minyak di Blok Cepu saat ini mencapai seluas 10 hektare, sedangkan kawasan penyangga yang dibebaskan mencapai 80 ha. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008