counter

Grup nasyid Raihan ramaikan malam amal peduli Yaman

Grup nasyid Raihan ramaikan malam amal peduli Yaman

Penampilan Raihan bersama tiga orang personelnya, yaitu Che Amran Idris, Abu Bakar Md Yatim, dan Amran Ibrahim di Bin Hamid Café and Bistro, Banda Aceh, Jumat (5/7) malam. Foto: ACT Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap  Aceh menyebutkan  grup nasyid legendaris Raihan ikut menghiasi dan meramaikan malam amal bertema Bahagiakan Yaman di Idul Adha "Yuk, Pastikan Saudara Kita Bersantap Qurban" di Bin Hamid Café and Bistro, Banda Aceh, Jumat (5/7) malam.

Kepala ACT Aceh, Husaini Ismail di Banda Aceh, Sabtu mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas kehadiran grup nasyid asal negeri jiran Malaysia tersebut di malam amal ACT.

Ia menyebut, kondisi kelaparan di Yaman dewasa ini sangat parah. Sebagai muslim, lanjut dia, sudah seyogianya ikut membantu mengatasi persoalan yang dihadapi oleh salah satu negara di jazirah arab ini.

"Mudah-mudahan apa yang kita peroleh pada malam tadi, bisa memberikan manfaat bagi saudara seiman kita di Yaman," tuturnya.

Ia mengaku, sebagai lembaga kemanusiaan di Tanah Air yang telah mendunia. "ACT juga sudah membuka kantor cabang di Kuala Lumpur untuk memudahkan layanan kepada para dermawan," kata dia.
Baca juga: ACT hadirkan Raihan gelar malam peduli Yaman di Banda Aceh

Grup nasyid Raihan menghadirkan irama musik, dan lantunan syair yang menghipnotis ratusan pengunjung di malam amal peduli Yaman digelar ACT Aceh mulai pukul 21.20 hingga 22.00 WIB.

Raihan tampil bersama tiga orang personel, yaitu Che Amran Idris, Abu Bakar Md Yatim, dan Amran Ibrahim. Mereka membawakan empat lagu religi berjudul, yakni Puji-pujian, Iman Mutiara, Thank You Allah, dan Sesungguhnya.

Di sela-sela penampilan mereka, Raihan yang berpakaian serba hitam lengkap dengan peci mengajak ratusan orang penonton membantu penduduk Yaman yang kelaparan. "Harta yang disumbangkan itulah harta sebenarnya yang dimiliki, karena bisa dibawa ke akhirat kelak," ujar personel Raihan, Abu Bakar.

Seperti diketahui, Raihan terbentuk di 1990-an dan sudah dikenal luas di Indonesia. Beragam penghargaan sudah mereka peroleh termasuk sebagai 500 muslim paling berpengaruh atau dikenal "The Muslim 500: The World's Most Influential Muslims" sembilan kali berturut-turut.

Baca juga: ACT Sumsel gelar aksi solidaritas selamatkan Palestina
"Sebesar apapun sumbangan kita akan tetap bernilai di mata Allah. Orang yang bersedekah tidak akan pernah rugi," tambah Abu Bakar.

Mujiburrizal, pemandu acara itu mengatakan, pengunjung diajak berqurban untuk Yaman agar saudara seiman di belahan bumi lain bisa menikmati daging qurban di Idul Adha tahun ini.

Di malam amal ini, sempat juga diadakan pelelangan sejumlah lukisan ditandatangani oleh grup nasyid tersebut.

Pada acara yang diselingi pemutaran video-video kondisi terkini Yaman, dan program ACT di salah satu negara jazirah Arab itu didukung oleh Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Bin Hamid Café and Bistro, dan Musafir Tour and Travel berlangsung meriah dan lancar.
Baca juga: Peduli krisis kelaparan Afrika, ACT ajak warga ikut membantu

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah targetkan Aceh sebagai sentra garam Sumatera

Komentar