counter

Dorong industri game lokal, Oolean buat inkubator

Dorong industri game lokal, Oolean buat inkubator

CEO and Co-founder Agate, Arief Widhiyasa (kiri), SVP Media & Digital Business and EGM Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Joddy Hernady (tengah) dan President Director dan CEO PT Melon Indonesia, Dedi Suherman (kanan) dalam diskusi “Memajukan Industri Game Indonesia,” di Jakarta, Rabu (10/7/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA) - Inisiasi hasil kerjasama Telkom dengan anak usahanya di bidang konten Melon dan perusahaan pengembang game Agate, Oolean, membuat inkubator untuk mengembangkan ekosistem game lokal.

"Melihat kondisi game di kuasai pemain asing, jangan sampai kita hanya sebagai pasar. Supaya produk-produk dalam negeri bisa tumbuh, Telkom ingin menjadi lokomotif bagi industri kreatif, salah satunya game dengan inisiasi Oolean," ujar SVP Media & Digital Business and EGM Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Joddy Hernady, di Jakarta, Rabu.

Inisiasi Oolean. telah diumumkan saat ajang konferensi tahunan Telkom Digisummit pada April lalu. Bernaung di bawah bran Indigo, Oolean meluncurkan Indigo Game Startup Incubation.

Program inkubasi tersebut dibuka mulai hari ini. CEO and Co-founder Agate, Arief Widhiyasa, mengatakan memilih 10 startup game lokal. Secara detail, proses inkubasi tersebut meliputi onlince course, bootcamp, incubation period, demo day dan further product investment.

"Di awal akan diberikan Rp60 juta untuk mengembangkan game, setelah itu jika produk dilihat bagus, maka akan ada penambahan Rp120 juta," ujar Arief.

Menurut laporan GMGC Sea Mobile Report 2017, terjadi kenaikan besaran pasar yang signifikan pada sektor game di Indonesia. Setidaknya dari tahun 2013 hingga 2017, terdapat kenaikan sebesar 37,3 persen per-tahunnya.

Bahkan, menurut Newzoo, besarnya pasar Indonesia pada tahun 2017 sudah mencapai 879,7 juta dolar AS dan diprediksi akan mencapai 1 miliar dolar AS pada 2019.

Potensi pendapatan game di Indonesia sangat besar, namun menurut Arief, hanya 8 persen yang masuk ke perusahaan Indonesia, yaitu 0,4 persen untuk game karya developer Indonesia, sementara sisanya 7,6 persen untuk publisher Indonesia.

"Kontribusi Agate dalam kerjasama strategis ini adlah mengembangkan game, publishing game, pengembangan teknologi, serta membantu pembentukan dan berjalannya inkubator yang dibutuhkan untuk mengembangkan market share perusahaan game lokal," ujar Arief.

Tidak hanya inkubator, inisiasi Oolean juga melakukan pengembangan platform game untuk user, pembuatan properti intelektual orisinil yang fokus memproduksi game lokal.

Selain itu, inisiasi Oolean bekerja sama dengan pengembang game lokal lainnya untuk membuat game yang bisa mendunia, serta mengembangkan platform untuk mendistribusikan game dari perusahaan lokal maupun internasional.

Hingga saat ini, Oolean telah meluncurkan empat game, di antaranya "Onet Asli," "Botol Ngegas," dan "Teka Teki Santai."

"Saat ini sedang melakukan tes trafiknya. Mayoritas target AS, Eropa, negara-negara yang berbahasa inggris," kata Arief.

Inisiasi Oolean diharap dapat membuka kesempatan bagi semua kalangan, mulai dari peminat game, profesional di bidang game, bahkan para studio developer, untuk mengembangkan dan memasarkan game.

Baca juga: BGP 2019 hadirkan 50 game studio lokal, eSports hingga Dingdong

Baca juga: Pameran game terbesar Indonesia digelar Juli


Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sebanyak 48.592 pelaku ekonomi kreatif terdaftar di Bisma

Komentar