Teheran (ANTARA News) - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan musuh-musuh Iran dan Irak takut terhadap penyatuan kedua negara tersebut. Ketika berbicara kepada wartawan setelah kembali dari ibukota Irak, Baghdad, Ahmadinejad mengatakan, "Kedua negara memiliki beragam kekayaan alam yang sangat potensial, dan jika mereka menyatu, kekuasaan mereka akan sangat berlipat." Dia menambahkan, "Orang-orang yang iri terhadap bangsa Irak akan berusaha sekuat tenaga untuk mengisolasi negara tersebut dari arena regional dan internasional." Berkenaan dengan pendudukan pasukan asing di Irak saat ini, Presiden Ahmadinejad mengatakan mereka, pelaku pendudukan, tidak ingin pemerintah Irak memainkan peran di arena internasional. Ahmadinejad lebih lanjut mengatakan Iran dan Irak adalah dua bangsa dengan kesamaan budaya dan peradaban dan secara alami menyatu satu sama lain. "Kedua bangsa menikmati kesamaan sejarah dan ikatan emosional, dan kedua bangsa sangat ingin melakukan ziarah ke tempat-tempat suci di Irak dan Iran, dan jika kondisi keamanan mengizinka, jutaan peziarah dapat berkunjung ke kedua negara setiap tahun." Kepala Negara Iran tersebut mengemukakan delapan perjanjian kerjasama di sektor energi, minyak, transportasi, jalur kereta api, dan industri telah ditandatangani dalam kunjungan tersebut. Presiden Ahmadinejad memimpin delegasi tingkat tinggi ke Irak selama dua hari, yang berakhir Senin (3/3), demikian laporan kantor berita Iran IRNA. (*)

Copyright © ANTARA 2008