counter

Piala Afrika

Pelatih Aljazair bangga pada mentalitas pemain

Pelatih Aljazair bangga pada mentalitas pemain

Pelatih Timnas Aljazair Djamel Belmadi. (AFP/JAVIER SORIANO)

Kairo, Mesir (ANTARA) - Pelatih Aljazair Djamel Belmadi memberi penghormatan kepada "perilaku hebat dan kekuatan mental" timnya ketika tendangan bebas pada masa injury dari Riyad Mahrez yang memastikan mereka ke final Piala Afrika.

Mahrez menciptakan gol dari tendangan bebas pada menit-menit terakhir laga ini saat melawan Nigeria di Kairo untuk memastikan kemenangan 2-1 sekaligus meretas pertandingan ulang dengan Senegal yang memperebutkan status juara pada 19 Juli mendatang.

"Kami sudah tahu bahwa laga ini akan menjadi pertandingan yang berat karena kualitas lawan dan karena pertandingan berat yang kami lalui melawan Pantai Gading," kata Belmadi yang timnya lolos ke semifinal berkat adu tendangan penalti, Kamis pekan lalu.

Aljazair unggul lebih dulu sebelum babak pertama selesai menyusul awal yang kuat ketika William Troost-Ekong memasukkan bola ke gawang sendiri, namun Odion Ighalo menyamakan kedudukan untuk Nigeria berkat tendangan penalti bantuan VAR menyusul handball Aissa Mandi.

Baca juga: Nigeria sportif akui Aljazair layak ke final

"Anak-anak bermain luar biasa pada babak pertama. Kami layak menciptakan gol dan saya kira kami bisa mencetak gol lebih banyak lagi, tapi kemudian pada babak kedua saya kira kami menghadapi momen yang sulit selama 19 menit ketika kami di bawah tekanan," kata Belmadi seperti dikutip AFP.

"Setelah penalti ini, keputusan ini, saya kira para pemain telah menunjukkan perilaku yang hebat dan kekuatan mental untuk bangkit dan berjuang sampai akhir dan mencetak gol."

Menyinggung tendangan bebas Mahrez yang menjadi penentu kemenangan Aljazair, Belmadi mengatakan tendangan bebas ini datang dan tentu saja dengan pemain sekualitas Riyad Mahrez. "Tendangan bebas itu adalah peluang sangat besar untuk mencetak gol."

Baca juga: Mahrez antar Aljazair ke final tantang Senegal

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar