counter

Dinkes Mimika minta sekolah dukung imunisasi polio

Dinkes Mimika minta sekolah dukung imunisasi polio

Penanggung Jawab Imunisasi pada Dinas Kesehatan Mimika, Usman La Ali Muda (ANTARA News Papua/Evarianus Supar)

Timika (ANTARA) - Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua meminta dukungan dari seluruh sekolah tingkat TK hingga SMP di wilayah itu agar para siswa hingga usia 15 tahun mendapatkan imunisasi polio.

Penanggung Jawab Imunisasi pada Dinas Kesehatan Mimika, Usman La Ali Muda di Timika, Senin, mengatakan imunisasi polio wajib diberikan kepada anak usia 0 tahun hingga 15 tahun di seluruh Papua (dilaksanakan dua kali selama 2019) menyikapi temuan tiga kasus polio positif di Kabupaten Yahukimo baru-baru ini.

"Untuk Sub PIN Polio tahap kedua 2019 yang dilaksanakan mulai 13 Juni hingga sekarang cakupannya baru 58,7 persen dengan jumlah anak yang telah menerima imunisasi polio sebanyak 32.176 orang. Kendala yang kami temui karena saat pelaksanaan sekolah-sekolah sedang libur. Namun kami optimis hingga akhir Juli cakupannya bisa mencapai 95 persen karena pelajar yang harus menerima imunisasi polio sekitar 45 persen," kata Usman.

Pada Sub PIN Polio pertama yang digelar mulai 17 Maret lalu, cakupan imunisasi polio di Mimika mencapai 92 persen.

Kegiatan Sub PIN Polio 2019 di Mimika menyasar sekitar 57.354 anak.

Usman meminta dukungan para orang tua di wilayah itu untuk tidak menolak pemberian imunisasi polio pada putra-putri mereka yang berusia 0 tahun hingga 15 tahun, apalagi Mimika termasuk kabupaten terdekat dengan Yahukimo dimana aktivitas dan mobilitas warga dari kedua kabupaten itu cukup tinggi.

"Setelah sekolah-sekolah mulai beraktivitas kembali, kami harapkan mereka menjadwalkan kegiatan imunisasi polio kepada para pelajar di sekolah masing-masing. Ini investasi untuk masa depan anak-anak kita," tuturnya.

Kasus polio pertama di Yahukimo ditemukan pada balita berusia dua tahun. Balita yang belum pernah menerima imunisasi polio sebelumnya langsung mengalami kelumpuhan.

Atas temuan kasus itu, Dinkes Provinsi Papua bersama tim dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta Unicef turun ke Yahukimo melakukan survei dan pengambilan sampel lingkungan serta sampel pada anak-anak di wilayah tersebut.

Lagi-lagi, tim kesehatan menemukan dua anak positif terserang polio, namun kasus polio pada kedua anak tersebut tidak memberikan gejala kelumpuhan.

Meski begitu, katanya, kedua anak yang positif terserang polio tersebut bisa menjadi sumber penularan bagi anak-anak lainnya jika anak-anak di sekitarnya tidak mendapatkan imunisasi untuk kekebalan tubuh mereka dari serangan virus polio.

Ketiga anak di Yahukimo tersebut didiagnosa terserang virus polio liar akibat tidak pernah mendapatkan imunisasi polio sebelumnya.

Beberapa waktu lalu perwakilan dari WHO dan Dinkes Papua juga mengunjungi RSMM Timika untuk melakukan pemetaan atau surveilens Acute Flaccid Paralysis (AFP) yaitu gejala lumpuh layu yang mirip dengan serangan polio.

Baca juga: Imunisasi polio diberikan kepada 35.583 anak di Mimika-Papua

Baca juga: Dana terbatas hambat pelaksanaan imunisasi polio di Yahukimo-Papua

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar