counter

Walhi Sulteng salurkan 339 paket pendidikan untuk korban gempa Sigi

Walhi Sulteng salurkan 339 paket pendidikan untuk korban gempa Sigi

Direktur Eksekutif Walhi Yaya Hur Hidayati menyerahkan bantuan seragam sekolah kepada anak-anak korban gempa di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (15/7/2019). (ANTARA/Moh Ridwan)

Kami hanya mengambil bagian kecil yang cepat tertangani
Sigi (ANTARA) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah menyalurkan sebanyak 339 paket pendidikan kepada anak-anak usia sekolah korban gempa Kabupaten Sigi, Sulteng.

Direktur Walhi pusat Nur Hidayati, di Sigi, Senin mengatakan, bantuan paket pendidikan kepada siswa mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sebagai upaya meringankan beban penyintas melaksanakan kegiatan pendidikan di sekolah.

"Bantuan paket pendidikan berupa seragam sekolah, tas hingga alat tulis untuk kebutuhan belajar," ungkap Yaya.

Walhi Sulteng, sejak pascagempa, tsunami dan likuefaksi melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala serta sebagian wilayah Kabupaten Parigi Moutong secara konsisten berada di desa tersebut ikut membantu warga setempat, bahkan desa tersebut sudah dijadikan sebagai desa binaan mereka.

Dia menjelaskan, bantuan seragam sekolah diberikan kepada 339 anak di Desa Rogo, mengingat saat ini sudah masuk tahun ajaran baru sehingga dinilai paket pendidikan merupakan kebutuhan mendesak.

Baca juga: Pembangunan sekolah rusak akibat gempa di Sigi mulai dibangun

Sembilan bulan pascabencana, Walhi telah melaksanakan sejumlah program dan kegiatan guna memulihkan kondisi psikologi, sosial dan ekonomi masyarakat.

"Ini bagian dari kerja-kerja Walhi selama sembilan bulan terakhir pascagempa. Sejak awal kami sudah ke wilayah Sigi merespon bencana dan selanjutnya ikut terlibat dalam upaya-upaya pemulihan bersama warga," ujar Yaya yang juga Aktivis lingkungan.

Dia memaparkan, dalam proses pemulihan ekonomi, Walhi telah memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan warga secara partisipatif salah satunya membantu alat-alat pertanian karena mata pencaharian warga setempat adalah sektor pertanian.

Meski lahan mereka rusak akibat gempa karena dilalui jalur patahan sesar Palu Koro, namun aktivitas pertanian tetap berjalan. Petani mengambil langkah alternatif yakni menanam komoditas jagung dan sayur-sayuran, karena dinilai proses pertumbuhannya cepat dan tidak membutuhkan air yang cukup banyak.

"Pemulihan infrastruktur pascagempa merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten maupun provinsi. Kami hanya mengambil bagian kecil yang cepat tertangani," ucap Yaya.

Baca juga: FAO distribusikan bantuan untuk petani dan nelayan di Sulawesi Tengah
​​​​​​

Direktur Walhi Sulteg Haris Lapabira menambahkan, bantuan seragam dan alat tulis sekolah yang sudah disalurkan agar dimanfaatkan dengan baik. Dari data yang diterima pihaknya, terdapat 180 paket untuk siswa SD dan sisanya untuk siswa/siswi SMP dan SMA.

"Fokus kami adalah Desa Rogo dan Desa Rano di Kabupaten Donggala karena keduanya sudah menjadi desa binaan. Bagi anak-anak yang belum kebagian seragam sekolah, kami akan salurkan tahap dua dalam waktu dekat, dan kami masih berada di Desa Rogo ikut membantu proses pemulihan pascagempa sampai bulan April 2020," tutur Haris.

Pasca gempa, Desa Rogo juga sempat dilanda banjir bandang beberapa waktu lalu bersamaan dengan sejumlah desa di Kabupaten itu, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca juga: SD Inpres Lolu wujudkan masa depan anak korban gempa-likuefaksi

Pewarta: Muhammad Hajiji/Moh Ridwan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Walhi minta Pemprov DKI pulihkan Teluk Jakarta

Komentar