counter

Hasto: Presiden Jokowi miliki semangat kemanusiaan

Hasto: Presiden Jokowi miliki semangat kemanusiaan

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan sampaikan sambutan pada acara pagelaran wayang "Gebyar Wayang 2019" yang diselenggarakan PDI Perjuangan, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, Sabtu 20/7/2019) malam sampai Minggu dini hari. (Antaranews/Riza Harahap)

Kata-kata itu bermakna meskipun kuat tapi tidak boleh mematikan. Itu artinya, kekuasaan tidak boleh dimanfaatkan untuk menindas
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan beruntung memiliki Presiden seperti Joko Widodo yang memiliki semangat perikemanusiaan,
semangat turun ke bawah bersama rakyat, dan semangat kepedulian terhadap kehidupan rakyat.

"Pak Jokowi hatinya terbuka terhadap penderitaan rakyat, sehingga mengalirlah kebijakan-kebijakan membebaskan rakyat dari penderitaan dan belenggu 'penjajahan'.
Kebijakan tersebut menjadi spirit Presiden Soekarno yang kemudian dijalankan oleh Presiden Megawati," kata Hasto Kristiyanto di sela pertunjukan wayang
kulit "Gebyar Wayang 2019" yang diselenggarakan PDI Perjuangan, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, pada Sabtu (20/7) hingga Minggu dini hari.

Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan postingan Presiden Joko Widodo di akun instagram pribadinya, yang
menuliskan kata-kata Lamun siro sekti ojo mateni.

Menurut Hasto, kalimat yang dituliskan Presiden Joko Widodo di akun instagramnya itu mengandung pesan kemanusiaan yang dalam. "Kata-kata itu bermakna
meskipun kuat tapi tidak boleh mematikan. Itu artinya, kekuasaan tidak boleh dimanfaatkan untuk menindas," tuturnya.

Hasto menyatakan beruntung memiliki Presiden seperti Joko Widodo yang memiliki semangat kemanusiaan yang tinggi. "Semangat untuk tidak menindas ini
seharusnya dimiliki oleh pemimpin, sehingga menjadi teladan bagi rakyat," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Hasto juga menyentil pemerintahan Presiden Soeharto pada era orde baru selama 32 tahun. "Kita belajar dari pemerintahan orde baru, yang
memanfaatkan kekuasaan secara otoriter," katanya.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Moeldoko: pertemuan Jokowi dan Prabowo bukan lagi prioritas

Komentar