Singapura (ANTARA News) - Banyak dari kalangan generasi muda di Singapura yang terkena "demam Obama" dan mereka sangat terkesan dengan pesannya yang berisikan harapan, toleransi dan membawa perubahan yang dapat dilihat di situs-situs internet, demikian laporan media massa setempat, Ahad. Mereka mendukung dan bersimpati kepada Obama yang bersaing dengan Hillary Clinton dalam kampanye yang akan menentukan calon presiden dari Partai Demokrat dan akan bersaing dengan John McCain calon presiden dari Partai Republik dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Sosok Obama menjadi sangat menarik karena ia berasal dari masyarakat yang polanya dan pengalaman serta usia yang terdapat di kalangan generasi muda Singapura," kata seorang bloger bernama Aaron Ng, seorang mahasiswa pasca sarjana di National University of Singapore, demikian DPA melaporkan, mengutip Sunday Times. Negara satu kota itu telah dipimpin oleh Partai Aksi Rakyat (PAP sejak negara itu berdiri emopat dekade lalu. Sejauh ini negara itu baru dipimpin oleh tiga orang perdana menteri. "Politik di negri ini (Singapura) tidaklah semenarik seperti halnya di AS," kata Ashraf Mohamed, 32, pemilik tiga toko perman. "Obama menyuarakan harapan, toleransi, perubahan serta dialog yang amat menarik bagi saya," katanya. Sedangkan banyak pula yang mengatakan mereka kurang tertari dengan Hillary Clinton dan John Mccain. "Obama adalah seorang yang memiliki inspirasi ," kata Shantan Selvakumar, 28, seorang ahli enerji. "Rakyat Singapura menaruh perhatian besar pada perpolitikan di AS karena sangat berbeda dengan yang ada di negri mereka," kata professor Bilver Singh dari the National University of Singapore dari jurusan ilmu politik. Seorang tenaga asing asal As yang bekerja di Singapura mengatakan ia melihat banyak dari kalangan generasi muda yang menggunakan kancing berlabel Obama dan memiliki situs khusus pendukung Obama. Pria As itu mengatakan ia seringkali didihentikan di jalan raya oleh sekelompok orang-orang yang meinta dukungannya bagi Obama. Bahkan sebagian masyarakat Singapura menyampaukan keinginan mereka untuk ikut menggalang dana bagi kampanye Obama, namun menurut undang-undang yang berlaku di AS hanya warga AS lah yang boleh melakukan hal itu. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008