Jessica Mila prioritaskan pasangan dibanding konsep pernikahan

Jessica Mila prioritaskan pasangan dibanding konsep pernikahan

Jessica Mila. (Antara News/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Selebritas Jessica Mila mengaku lebih memikirkan karakter pria yang akan menjadi pasangannya dibanding konsep pernikahan impian menyusul tren yang muncul pada calon pasangan muda di Indonesia.

"Aku enggak terlau mikirin mau punya wedding seperti apa. Aku lebih mikirin, aku nanti nikah sama siapa ya," ujar Jessica seraya tertawa dalam konferensi pers film "Bridezilla" di Jakarta, Rabu.

Dalam film karya sutradara Andibachtiar Yusuf itu, Jessica berperan sebagai Dara, seorang pemilik usaha Wedding Organizer (WO) yang berkukuh ingin mewujudkan pernikahan impiannya.

Jessica menilai apa yang dilakukan Dara sering terjadi pada sebagian besar perempuan walau sebagian perempuan harus mengorbankan sahabat mereka untuk mewujudkan mimpi itu.

"Menurut aku, setiap orang punya mimpi pernikahan masing-masing. Dara dari kecil memimpikan pernikahan indah dan sesuai bayangannya. Dara tahu apa yang dia mau. Dia mengejar mimpi dan sangat perfeksionis," tuturnya.

Baca juga: Jessica Mila paling takut terluka saat syuting

Di balik sifat perfeksionis Dara yang memunculkan konflik, menurut Jessica, ada pelajaran yang bisa dipetik untuk para perempuan muda Indonesia.

"Dara mengalami suatu konflik yang bisa banget dijadiin pelajaran untuk aku dan penonton. Termasuk terlalu ambisius kehilangan apa yang dia punya," katanya.

"Bridezilla" mengangkat tentang mimpi, persahabatan, dan kisah romantis yang berawal dari impian masa kecil seorang perempuan bernama Dara.

Atas nama ambisi dan obesesi untuk mewujudkan pernikahan sesuai impian, Dara harus kehilangan sahabatnya.

Selain Jessica, film yang akan tayang pada 1 Agustus itu juga dibintangi sederet selebritas antara lain Rio Dewanto, Sheila Dara, Widyawati, Aimee Saras, Rafael Tan, Adriano Qalbi, dan Lucinta Luna.

Baca juga: "Bridezilla", dari drama suara tayang ke layar lebar

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar