counter

ASEAN Schools Games 2019 ditutup Gubernur Jateng di Borobudur

ASEAN Schools Games 2019 ditutup Gubernur Jateng di Borobudur

Perwakilan tim Filipina (kanan) menerima bendera ASG sebagai tuan rumah penyelenggaraan ASG 2020. (ANTARA/Heru Suyitno)

Semoga semua kenangan menyenangkan ASG 2019 di Semarang, akan membawa peserta kembali ke sini
Magelang (ANTARA) - Kompetisi ASEAN Schools Games (ASG) 2019 ditutup oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Taman Lumbini Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Rabu.

Indonesia memastikan diri menjadi juara umum ASG 2019 setelah menyabet 43 medali emas, 34 medali perak, dan 25 medali perunggu dengan total meraih 102 medali, disusul Thailand dan Malaysia di posisi kedua dan ketiga.

Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi mereka di ajang ini, serta kepada panitia dan relawan yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

Ia berharap agar kebersamaan dan persahabatan yang telah terjalin tidak turut usai seiring dengan berakhirnya event ini.

"Selamat kepada seluruh pemenang. Segala peluh keringat, waktu, serta dedikasi yang telah diberikan kini terbayar sudah. Bagi yang kalah, ingat bahwa yang terkuat bukanlah yang selalu menang. Tetapi yang terkuat adalah yang tidak pernah menyerah saat mereka kalah," katanya.

Ia menuturkan ASG 2019 mungkin berakhir hari ini, tetapi kebersamaan dan persahabatan akan terus terjalin. "Semoga semua kenangan menyenangkan tentang ASG 2019 di Semarang, Jawa Tengah, akan membawa peserta kembali ke sini," katanya.

Semarak perhelatan ASG 2019 memasuki puncaknya. Satu hari sebelum para atlet muda peserta ASG 2019 kembali ke negara masing-masing, mereka diajak berjalan-jalan mengunjungi beberapa objek wisata di kota Semarang, seperti Kuil Sam Poo Kong dan Lawang Sewu.

Inilah yang menjadi ciri khas penyelenggaraan ASG, ujar dia, para peserta tidak hanya berkompetisi di lapangan, tetapi mereka juga diajak untuk mengenal budaya dari kota penyelenggara, sehingga mereka akan membawa cerita baik tentang Semarang dan Indonesia saat mereka kembali ke tanah air masing-masing.

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Asrorun Ni'am, mewakili Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi pada penutupan tersebut menyampaikan kerja sama antarnegara ASEAN dapat ditingkatkan melalui olahraga karena olahraga menjadi alat strategis dalam meningkatkan hubungan antarmanusia terutama bagi generasi muda.

Ia menyampaikan ASG adalah multi event olahraga tahunan untuk atlet pelajar sekolah menengah di negara-negara anggota ASEAN dan diselenggarakan di bawah wewenang ASSC.

Selain kompetisi di bidang olahraga, yang tidak kalah penting adalah penanaman nilai-nilai solidaritas, persaudaraan, dan persahabatan bagi para atlet pelajar di ASEAN, dan secara lebih luas bagi anak-anak muda di ASEAN.

Ia mengatakan saat sudah meninggalkan Semarang nanti, diharapkan makna yang terkandung dalam slogan "unity, spirit, dan respect" dapat diimplementasikan sehingga dapat membentuk karakter para atlet, sehingga mereka bisa menjadi kebanggaan Asia Tenggara.

Prosesi serah terima bendera tuan rumah penyelenggaraan berikutnya dilakukan oleh Ong Kim Soon Chairman of Technical Committee of ASSC, Salvador Malana Senior Minister Officer of Education Department Philippines, Asrorun Ni'am Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, dan Mohamed Jais Bin Hj Abd Rahman Acting Director of Co-Curricular Education, Ministry of Education Brunei Darussalam.

Tuan rumah untuk ASG 2020 adalah Filipina dimana Kota Dumaguete menjadi kota penyelenggaranya.

Mengakhiri rangkaian upacara penutupan, seluruh peserta berkesempatan untuk menikmati matahari terbenam dari atas Candi Borobudur, yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia. * 


Baca juga: Kemenpora apresiasi para pemenang ASG 2019
Baca juga: Indonesia penuhi target juara umum ASG 2019

 

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan atlet berprestasi terima beasiswa pemerintah

Komentar