counter

Petugas geledah isi tas pelajar di Blitar temukan rokok elektrik

Petugas geledah isi tas pelajar di Blitar temukan rokok elektrik

Petugas gabungan saat menggeledah isi tas pelajar di sebuah SMP Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (25-7-2019). (Foto: Dok. pribadi)

Blitar (ANTARA) - Petugas gabungan dari Satpol PP dan Polresta Blitar ketika menggeledah isi tas pelajar di sejumlah SMP wilayah Kota Blitar, Jawa Timur, menemukan barang-barang yang tidak seharusnya mereka bawa ke sekolah, seperti kosmetik, telepon seluler, dan rokok elektrik.

"Kegiatan ini untuk mencegah peredaran narkotika di kalangan pelajar terutama di Kota Blitar. Kami lakukan pembinaan sejak dini, sehingga melakukan agenda tersebut," kata Warnoto selaku ketua tim penggeledahan di Blitar, Kamis.

Dari hasil penggeledahan di sembilan sekolah, kata Warnoto, petugas tidak menemukan narkotika.

Baca juga: BNN Jabar: Harus ada pengawasan peredaran cairan rokok elektrik

"Kami tidak temukan narkoba, tetapi ada barang yang tidak seharusnya dibawa ke sekolah. Jadi, kami melakukan pembinaan," ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Kota Blitar Hakim Sisworo menambahkan petugas selalu siaga, salah satunya ikut serta dalam penggeledahan isi tas anak-anak sekolah. Pihaknya tidak ingin ada kecolongan pelajar yang membawa barang yang bukan semestinya ke sekolah.

"Kami lakukan kegiatan ini dengan melibatkan polisi. Kami temukan ada siswa yang membawa rokok," kata Hakim Sisworo.

Baca juga: KPAI: Rokok elektrik potensi masuknya NAPZA bagi anak

Selain menemukan rokok dan kosmetik, petugas juga memeriksa ponsel milik sejumlah pelajar guna mengetahui apakah di dalamnya tersimpan konten pornografi.

Selanjutnya, beberapa barang yang ditemukan tersebut didata petugas dan dikomunikasikan dengan pihak sekolah.

Hakim Sisworo berharap sekolah memberikan perhatian lebih kepada pelajar sehingga mereka tidak membawa berbagai barang selain buku sekolah.

Ia mengatakan bahwa tim akan melakukan lagi penggeledahan di sejumlah sekolah. Namun, jadwalnya tentatif dengan melibatkan beberapa pemangku kebijakan.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar