Aksi bersih Pantai Sanur digelar bersama masyarakat

Aksi bersih Pantai Sanur digelar bersama masyarakat

Masyarakat melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Sanur, Kota Denpasar, Bali. (FOTO ANTARA/Komang Suparta/IST/2019)

Dalam waktu singkat, terkumpul puluhan kilogram sampah yang sulit terurai, seperti botol minuman plastik, gelas minuman kemasan, kaca, kertas, dan jaring
Denpasar (ANTARA) - Masyarakat bersama Rodalink melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali sebagai wujud gerakan peduli pada lingkungan.

"Aksi bersih-bersih pantai sambil bersepeda yang bertajuk 'Bike for Life' ini untuk memperingati Hari Konservasi Alam Dunia. Dalam kegiatan tersebut, kami melibatkan berbagai komunitas sepeda, pemerhati lingkungan, dan juga pihak penyelenggara wisata sepeda (cycling tour operator) di Bali," kata Marketing Manager Rodalink Indonesia, Lucky Tantra di sela acara di Denpasar, Minggu.

Pihaknya turut mendukung program pemerintah, dalam hal ini Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, mengenai rencana aksi nasional (RAN) dalam pengelolaan dan pengurangan sampah plastik di laut sebesar 70 persen pada tahun 2025.

"Gerakan bersih pantai bersama komunitas sepeda di Bali merupakan langkah yang baik, mengingat Pantai Sanur merupakan salah satu potensi wisata favorit di Pulau Dewata yang harus dijaga bersama sebagai wujud rasa tanggung jawab kita kepada lingkungan," ujarnya.

Ia mengatakan dalam waktu singkat, terkumpul puluhan kilogram sampah yang sulit terurai, seperti botol minuman plastik, gelas minuman kemasan, kaca, kertas, dan jaring. Sampah-sampah yang terbawa hingga ke pantai ini bisa jadi telah bertahun-tahun ada di laut dan hanya terbawa di sekitaran Pantai Sanur.

Setelah aksi bersih-bersih pantai, seluruh peserta mengikuti ajang kontes berfoto dengan produk terbaru dari Polygon, Strattos S Disc Brakes. Sepeda balap yang dilengkapi dengan rem cakram ini menawarkan pengalaman baru yang berbeda, khususnya bagi pengendara yang memiliki gaya "pedaling powerful".

Lebih dari itu, kata dia, "frame dan fork" responsif yang ada pada sepeda tersebut telah lulus sertifikasi oleh Union Cycliste Internationale (UCI) sehingga layak untuk digunakan pada lomba balap sepeda tingkat dunia.

Sama seperti kegiatan yang telah berlangsung di pagi harinya, seluruh peserta bersama kembali bersepeda menyusuri jalanan sejauh 30 km dari Pantai Sanur hingga di Jalan Teuku Umar Denpasar. Acara dilanjutkan dengan diskusi konstruktif mengenai memilih sepeda yang baik.

Baca juga: Warga Desa Les bersih-bersih Pantai Sanur

Baca juga: KKP ajak pelajar pungut sampah pantai di Bali

Baca juga: Gajah sumatera ikut bersihkan sampah di Bali


 

Pewarta: I Komang Suparta
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komunitas sepeda dan pejalan kaki sayangkan pembangunan jalur sepeda terhambat

Komentar