UI kenalkan program Persebaya cegah bunuh diri remaja

UI kenalkan program Persebaya cegah bunuh diri remaja

Pelaksanaan program Persebaya oleh Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI). (Foto: Humas UI)

remaja perlu mengenal dirinya dan lingkungannya, terutama teman sebayanya untuk membantu menyelesaikan konfliknya
Depok (ANTARA) - Sejumlah Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) memperkenalkan program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) berupa Pemberdayaan Teman Sebaya (Persebaya) untuk mencegah bunuh diri pada kalangan remaja.

"Fenomena bunuh diri yang rentan dilakukan oleh para remaja menjadi latar belakang digalakkannya program ini," kata Ketua Pengmas FIK UI Prof. Dr. Budi Anna Keliat di kampus UI Depok, Senin.

Menurut dia, intervensi dalam program Persebaya adalah dengan melakukan stimulasi tumbuh kembang psikologis remaja yang dilanjutkan dengan pembentukan peer leadership.

FIK UI melibatkan para guru dalam pendampingan remaja dan dilanjutkan dengan pendampingan serta penilaian dari tim pengmas FIK UI dan Puskesmas Mulyaharja.

Melalui program Persebaya, para dosen FIK UI berupaya untuk membangun rasa percaya diri remaja. Diharapkan kegiatan ini dapat menurunkan keinginan untuk  bunuh diri yang merupakan tanda gejala awal dari masalah kejiwaan prodroma early psychosis.

Kegiatan yang telah dilakukan melibatkan tim ahli di bidang keperawatan jiwa, di antaranya Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc ; Ns. Ice Yulia Wardani,S.Kp.,M.Kep.,Sp.Kep.J dan Ns. Giur Hargiana, M.Kep.,Sp.Kep.J, beserta mahasiswa program spesialis keperawatan jiwa 2018.

Kegiatan ini menggandeng Kelurahan Pamoyanan Bogor dan Puskesmas Mulyaharja yang dilakukan sepanjang bulan April-Juni 2019 di 3 SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang ada Kelurahan Pamoyanan.

Sementara itu Lurah Pamoyanan Dodjo Widyarahardjo mengemukakan dukungannya terhadap program Persebaya sebagai bentuk perhatian tim FIK UI kepada masyarakat Pamoyanan, khususnya remaja.

"Harapannya agar program ini tetap berlangsung secara konsisten sehingga remaja memiliki ilmu baru dalam mengenal dirinya dan lingkungannya, terutama teman sebayanya sehingga membantu remaja dalam menyelesaikan konflik yang dialami dan secara tidak langsung dapat menekan angka kejadian bunuh diri di kalangan remaja," katanya.


Baca juga: Alpha-I: Sulit konsentrasi satu gejala awal disabiitas psikososial
Baca juga: Konseling daring kini menjadi pilihan layanan terapi kesehatan mental
 

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mendorong ‘Making Indonesia 4.0’ melalui Lab Komunitas TIP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar