Pascagempa, Pertamina pastikan operasional tidak terganggu

Pascagempa, Pertamina pastikan operasional tidak terganggu

Ilustrasi - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan telah terjadi terjadi gempa bumi, Jumat (2/8/2019), pukul 19.03.21 WIB, dengan magnitudo 7,4. (ANTARA/BMKG)

Efek gempa mungkin tidak terlalu besar dan kondisi sarfas (sarana dan fasilitas) tidak terganggu. Namun, teman-teman di Bengkulu tetap waspada potensi tsunami
Jakarta (ANTARA) - Pascagempa bermagnitudo 7,4 di sekitar Selat Sunda pada Jumat, sekitar pukul 19.00 WIB, selama beberapa saat, Pertamina memastikan tidak ada gangguan terhadap sarana dan fasilitas operasionalnya.

“Menurut laporan awal, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dan Depot LPG Panjang tidak mengalami kerusakan fisik. Operasional kapal di dermaga TBBM Panjang pun saat ini kembali melanjutkan operasionalnya setelah sempat evakuasi saat gempa. Menanggapi peringatan dini tsunami, kami tetap menyiagakan seluruh personel agar waspada dan melihat kondisi terkini,” ujar Region Manager Communication dan CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat.

Selain sarana dan fasilitas Pertamina, sarana dan fasilitas mitra lembaga penyalur, seperti SPBU, SPPBE, agen, dan pangkalan elpiji juga dalam kondisi aman dan tetap melakukan operasional secara normal.

Meski demikian, seluruh mitra lembaga penyalur sudah diingatkan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi mengenai efek gempa dan peringatan tsunami.

Melihat besarnya skala gempa, Pertamina juga melakukan pengecekan terhadap sarana dan fasilitas yang berada di Bengkulu.

Para petugas di posisi TBBM Pulau Baai dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Fatmawati Soekarno yang berada di pesisir juga diingatkan untuk selalu waspada.

“Efek gempa mungkin tidak terlalu besar dan kondisi sarfas (sarana dan fasilitas) tidak terganggu. Namun, teman-teman di Bengkulu tetap waspada potensi tsunami,” kata Rifky.

Hingga saat ini, Pertamina terus melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh sarana dan fasilitas untuk memastikan operasional distribusi energi tetap berjalan dengan baik.

“Kita terus pantau dan pastikan. Mudah-mudahan tidak ada gempa susulan dan peringatan dini tsunami segera dicabut. Semoga masyarakat Lampung, Bengkulu, dan wilayah terdampak gempa lainnya senantiasa dalam keadaan yang sehat dan tidak ada korban,” kata Rifky.

Pihak berwenang telah mencabut peringatan dini tsunami, beberapa saat setelah terjadi gempa yang berpusat di wilayah Banten tersebut.

Baca juga: Pos SAR: Air laut pantai Lampung Selatan masih normal
Baca juga: LIPI: gempa di Selatan Jawa 400 tahun lalu bisa berulang
Baca juga: IPC pastikan empat pelabuhannya beroperasi normal usai gempa 7,4 SR

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gunung Sinabung, didominasi gempa embusan dan berpotensi gempa hibrida

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar