Cianjur (ANTARA News) - Ribuan warga Kabupaten Cianjur tidak dapat mencoblos pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar, Minggu, akibat karena mereka tidak mendapatkan surat penggilan. Namun ratusan anak dan orang yang telah meninggal justru mendapatkan panggilan untuk mencoblos, kata Harri S anggota Panwas Cianjur. Ia menyatakan pihaknya menemukan nama-nama calon pemilih yang jmasih berusia 6-8 tahun. "Jelas sekali nama calon pemilih itu anak tetanga dan keponakan saya yang baru berusia 6 tahun, kok sudah dapat surat panggilan mencoblos. Bahkan hal tersebut juga ditemukan pula di Kecamatan Ciranjang dan Karang Tengah," kata Harri. Ribuan warga Cianjur yang tidak mendapatkan panggilan untuk mencoblos, dibenarkan anggota PPK Kecamatan Cianjur Kota, Irvan Septian SH, namun ia tidak bisa memastikan berapa jumlah warga yang tidak mendapatkan panggilan itu. "Paling tidak jumlahnya mencapai ribuan. Istri dan mertua saya yang sudah jelas serumah tidak mendapatkan panggilan, sedangkan saya dan adik saya mendapat panggilan," ucap Irvan. Hal yang sama terjadi pada 48 Kepala Keluarga di Kampung Cangkok, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojong Picung. Puluhan warga itu terpaksa melakukan aksi diam di depan TPS tempat mereka seharusnya menyalurkan suaranya karena namanya tidak mendapat panggilan untuk mencoblos. Mubarok (48) salah seorang warga, mengungkapkan, beberapa hari yang lalu, mereka melaporkan bahwa dirinya tidak masuk dalam DPT, ke pihak terkait mulai dari RT, Kepala Desa hingga Ketua PPS Kecamatan Bojong Picung. Namun tetap saja hingga hari H mereka tidak mendapatkan haknya. Banyaknya warga Cianjur yang tidak mendapatkan surat panggilan, dibenarkan Ihat Subihat SH MM, Ketua Panwas Pilgub Cianjur. Oleh karena itu Pemkab Cianjur seharusnya bertanggungjawab atas hal tersebut, katanya.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2008