counter

Indonesia-Turki bahas negosiasi kemitraan ekonomi komprehensif

Indonesia-Turki bahas negosiasi kemitraan ekonomi komprehensif

Dubes Turki untuk Indonesia Mahmut Erol Kilic saat penyerahan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, pada Rabu (7/8/2019). (Bayu Prasetyo)

Negosiasi ditargetkan rampung tahun 2019
Jakarta (ANTARA) - Indonesia bersama Turki membahas progres negosiasi Indonesia Turkey comprehensive economic partnership agreement saat penyerahan surat kepercayaan oleh Dubes Turki.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi usai mendampingi Presiden Joko Widodo pada acara penyerahan surat kredensial oleh 12 duta besar luar biasa berkuasa penuh kepada Presiden di Istana Merdeka Jakarta, Rabu.

Salah satu perwakilan negara sahabat yang menyerahkan surat kepercayaan yakni Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Turki untuk Indonesia Mahmut Erol Kilic.

Baca juga: Jokowi sahkan perjanjian penerbangan Indonesia dengan Turki dan Swiss

Baca juga: NU sepakati kerja sama pendidikan dengan Yayasan Maarif, Turki

Baca juga: Indonesia-Turki teken kesepahaman tentang pelindungan perempuan-anak



Mahmut telah melakukan diskusi di beranda bersama Presiden Jokowi dan Menlu Retno.

"Mudah-mudahan tahun ini negosiasi sudah selesai dan tahun depan pada saat kita akan memperingati 70 tahun hubungan diplomatik dengan Turki  akan dapat ditandatangani," kata Menlu terkait kesepakatan kemitraan ekonomi dengan Turki itu.

Retno menjelaskan Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan, juga rencananya berkunjung ke Indonesia pada 2020.

Sebanyak 12 duta besar LBBP menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden.

Lima dubes berasal dari kawasan Asia, empat dubes berasal dari Eropa dan tiga dari kawasan Afrika. 

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar