Negara Berkembang dan Manajemen Bencana

Selasa, 14 Oktober 2008 19:33 WIB | 1023 Views

Jakarta (ANTARA News) - Negara-negara berkembang harus dapat berbagi pengalaman dan keahlian dalam bidang manajemen resiko bencana agar tidak lagi tergantung kepada negara-negara maju.

Hal itu dikemukakan oleh Direktur Kerjasama Teknis Departemen Luar Negeri Esti Andayani seusai membuka acara Lokakarya Internasional Kerjasama Manajemen Resiko Bencana Selatan-Selatan mengenai Adaptasi Perubahan Iklim di Jakarta, Selasa.

"Kami kira negara maju akan lebih menghargai negara-negara berkembang jika negara berkembang dapat saling bahu membahu dalam memecahkan masalah tidaklagi terlalu bergantung pada negara maju," katanya.

Dalam hal itu, lanjut dia, Indonesia telah berperan aktif dengan berusaha mewujudkan komitmennya dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan negara-negara berkembang di kawasan.

"Indonesia aktif mengadakan pelatihan, lokakarya, peluang magang di berbagai sektor pembangunan," katanya.

Menurut Esti, program lokakarya manajemen resiko bencana yang dihadiri oleh perwakilan dari 13 negara kali ini juga adalah salah satu bentuk komitmen Indonesia dalam semangat kerjasama.

Sementara itu Deplu, United Nations Economic dan Social Commission for Asia and The Pacific (ESCAP), Unit Khusus UNDP bagi kerja sama Selatan-Selatan dan GNB menyelenggarakan lokakarya internasional mengenai peningkatan kerja sama Selatan-Selatan dalam manajemen bencana alam di Asia Pasifik dengan fokus pada Adaptasi Perubahan Iklim pada 14-17 Oktober 2008.

Acara itu diikuti oleh 30 peserta dari13 negara berkembang di kawasan Asia Pasifik yaitu Bangladesh, Cina, Fiji, Filipina, India, Laos, Maladewa, Papua Nugini, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste, Vietnam dan Indonesia.

Penyelenggaraan lokakarya itu bertujuan untuk mempromosikan kapasitas dan pengalaman berbagai instansi dan institusi di Indonesia di bidang manajemen resiko bencana (disaster risk management/DRM) dan adaptasi perubahan iklim (climate change adaptation/CCA) dalam menangani berbagai bencana alam di Indonesia kepada negara-negara peserta pelatihan serta sebagai forum pertukaran pengalaman dan gagasan di antara Indonesia dengan negara-negara peserta.

Lokakarya tersebut juga diharapkan mampu membangun jejaring di antara para peserta maupun para ahli DRM dan CCA. Jejaring yang sama juga diharapkan dapat terbentuk di antara lembaga-lembaga yang menangani dan memiliki perhatian dalam bidang DRM dan CCA.

Sebagai kawasan yang rentan terhadap bencana alam dan terhadap dampak perubahan iklim global, negara-negara di Asia Pasifik yang sebagian besar merupakan negara berkembang memerlukan sebuah mekanisme kerjasama guna menanggulangi dampak tersebut, baik di bidang sosial maupun ekonomi.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Kawasan pesisir Indonesia punya potensi tinggi

Kawasan pesisir Indonesia punya potensi tinggiPeneliti senior untuk kebijakan laut dan pesisir dari Duke University, Linwood Pendleton, mengatakan kawasan pesisir ...

El nino lokal jadi ancaman terumbu karang

El nino lokal jadi ancaman terumbu karangFenomena El Nino yang terjadi secara lokal dengan periode lebih singkat menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup ...

NOAA deteksi tujuh titik panas di Sumatera

NOAA deteksi tujuh titik panas di SumateraSatelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18 milik Amerika Serikat mendeteksi adanya tujuh titik ...