Jakarta (ANTARA News) - Organisasi lingkungan hidup Greenpeace, dalam siaran persnya, Rabu, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menekan laju emisi karbon karena dampaknya terhadap lingkungan semakin parah.

Greenpeace ingin pemerintahan baru dibawah Yudhoyono menentukan target dengan strategi nyata pembangunan rendah karbon.

"Strategi ini mencakup rencana nasional untuk melakukan pembangunan berkelanjutan rendah karbon dan nol deforestasi" ujar Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara, Von Hernandez.

Hernandez menyebutkan, untuk mewudukan hal itu, sebaiknya ada kerjasama antara negara maju yang harus memberi dana kepada negara berkembang untuk pemeliharaan lingkungan dan mengadaptasi efek perubahan iklim.

Greenpeace juga meminta Yudhoyono menghadiri pertemuan iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang untuk membuktikan komitmen lingkungannya dengan menghentikan sementara perusakan hutan guna melindungi hutan dan kawasan lahan gambut di Indonesia secara efektif.

"Sebagai Presiden negara yang mempunyai hutan tropis tersisa terluas di kawasan ini, janji SBY adalah harapan bagi jutaan orang di Asia Tenggara yang selama ini telah merasakan dampak negatif perubahan iklim serta dapat melindungi kekayaan alam kita," tambah Hernandez.

Pada pertemuan G20 di Pittsburg, Amerika Serikan bulan lalu, Presiden menjanjikan pengurangan emisi Indonesia hingga 26 persen dan bisa ditingkatkan menjadi 41 persen jika mendapat dukungan internasional. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009