Surabaya (ANTARA News) - Adalah presenter senior Helmy Yahya yang menyebut masyarakat Jawa Timur itu memiliki "potensi" yang luar biasa, sepertii Ryan (Jombang), Ponari (Jombang), dan Anggodo (Surabaya).

Itulah yang menjadi alasan dia membuka akademi kepenyiaran di Surabaya bekerja sama dengan Universitas Narotama (Unnar) Surabaya yang disebut dengan "Helmy Yahya Broadcasting Academy (HBA) Narotama Surabaya."

"Itu cabang kedua HBA setelah Bandung, kemudian nantinya akan menyusul Jakarta," ucapnya saat meluncurkan HBA Narotama di Surabaya (15/11/2009).

Pemilik rumah produksi (production house) PT Triwarsana itu pun menyebut sejumlah nama untuk memberi contoh.

"Eko Patrio itu presenter dan pemain sinetron yang top dari Jawa Timur (kelahiran Nganjuk), Bob Tutupoly itu juga penyanyi hebat dari Jawa Timur (kelahiran Surabaya), Mbah Surip juga begitu (kelahiran Mojokerto)," tuturnya.

Namun, Helmy yang juga "Raja Reality Show" itu pun menyebut "potensi" masyarakat Jawa Timur lainnya yakni Ryan (Jombang), Ponari (Jombang), dan Anggodo (Surabaya).

"Anggodo yang namanya akhir-akhir ini mencuat (dalam polemik rekaman KPK-Polri) juga dari Jawa Timur lho," ujarnya, sembari tersenyum.

Sejumlah nama masyarakat Jatim yang disebut itu membuktikan potensi masyarakat Jatim dalam "menjual" kemampuan, terlepas dari kemampuan positif atau negatif.

"Presenter itu juga ternyata tak perlu keren, pintar, tinggi, atau cantik. Taufik Savalas itu tidak keren bener, Tukul juga tidak terlalu pinter dalam Bahasa Inggris, Adul juga tidak tinggi, dan Okky Lukman juga tidak cantik, tapi semuanya sukses menjadi presenter," ujar alumnus STAN itu.

Jadi, rumus sukses itu bukan cantik, tinggi, atau apa, tapi ciri khas atau potensi apa di dalam diri dan sejauh mana ciri khas atau potensi itu mampu dioptimalkan. Begitulah kiat yang akan "dijual" Helmy Yahya dalam sekolah kepenyiaran yang baru diluncurkan di Surabaya itu.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009