Jakarta (ANTARA News) - Ratusan pembeli tiket pertandingan final Piala AFF 2010 protes ke PSSI karena bukti pembelian yang mereka miliki tidak bisa ditukar dengan tiket resmi yang dikeluarkan panitia.

Mereka menggelar protes di depan Kantor PSSI di Jakarta, Selasa, dengan membawa beberapa poster yang salah satunya bertuliskan "Nurdin Mundur, Tiket di Borong Calo".

Aksi para pembeli tiket memang cukup beralasan. Banyak dari mereka telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan yaitu harus bisa menunjukkan tanda pengenal, bukti pembelian dan voucher tiket.

"Saya punya semuanya. Kenapa tidak dapat tiket? Kata petugas loket berita telah habis," kata salah seorang pembeli tiket, Ilham, asal Medan.

Menurut dia, saat mau menukarkan voucher dengan tiket asli, petugas yang berada di loket langsung kabur meninggalkan antrean yang cukup panjang.

Pada saat meninggalkan loket, kata dia, petugas hanya mengatakan jika tiket untuk kategori tiga telah habis. Dengan kondisi itu pihaknya dan ratusan pembali yang lain langsung mendatangi kantor PSSI.

"Saya datang jauh-jauh dari Medan. Saya beli tiket sesuai dengan prosedur. Kenapa susah saat menukar," kata pembeli lima lembar tiket kategori tribun itu.

Senada dikatakan Rizal dari Kemayoran. Meski telah membawa semua bukti pembelian, ia tidak bisa mendapatkan tiket yang diharapkan.

Selain yang membawa bukti pembelian lengkap, pembeli juga banyak yang hanya membawa voucher saja. Mereka mengaku sudah membeli voucher hanya saja tidak mendapatkan bukti pembelian.

"Saya beli seperti yang lain. Tapi saat menyerahkan uang kami mendapatkan voucher, sebelum mendapatkan bukti pembelian, loket langsung ricuh. Terus gimana ini. Bagaimana pertanggungjawaban PSSI?," kata pembeli yang lain bernama Soni.

Setelah ditekan oleh ratusan pembeli, ada seorang petugas yang memberikan penjelasan. Hanya saja petugas itu baru bisa mengakomodir untuk pembeli yang memiliki bukti pembelian lengkap.

"Untuk yang punya bukti akan diakomodir. Untuk yang hanya punya voucher disarankan mencari surat kehilangan ke pihak kepolisian," kata seorang petugas bernama Mujakir.

Banyaknya pembeli tiket yang gagal mendapatkan tiket membuat pengamanan di sekitar Kantor PSSI diperketat. Bahkan satu buah kendaraan lapis baja milik Brimob disiagakan.

(ANT/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010